mea
Wakatobi, Koran Sultra – Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia khususnya para pengrajin local, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Wakatobi mengadakan pelatihan bertempat di gedung Plut Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.
Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Wakatobi, Drs Tawakkal MSi, mengungkapkan bahwa menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) maka sangat perlu bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan sehingga bisa menghasilkan nilai guna.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu lanjut Tawakkal, melibatkan para pengrajin local yang selama ini sudah menghasilkan sejumlah karya tangan. Namun dalam pelatihan itu, peserta lebih dituntut untuk kreatif dan lebih menguasai tekhnik sehingga menghasilkan karya yang lebih bermutu dan bisa dilempar ke pasaran.

“Jadi tujuan pelatihan ini yakni meningkatkan SDM pengrajin local untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). JIka para pengrajin local menghasilkan karya yang lebih bermutu maka saat dilempar ke pasar tentu menjadi perhatian pelaku pasar,” terang Tawakkal, disela-sela kegiatan pelatihan di Wangi-Wangi, Senin (2/5).

Sementara itu Kabid Perindustrian pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Wakatobi, Drs La Ode Nasiru, yang menangani kegiatan mengatakan dalam pelatihan yang berlangsung sejak 1 – 2 Mei 2016 itu melibatkan puluhan pengrajin local. Pihaknya juga menghadirkan instruktur yang dianggap sukses guna membimbing para pengrajin local.

“Pelatihan ini dikhususkan kepada pengrajin aneka industry dan kerajinan tangan. Dan diikuti sebanyak 50 pengrajin local yakni pengrajin souvenir berupa bros, tempat tisu dari limbah kulit kerang dan pasir. Kemudian juga ada berupa pengrajin tenun khas Wakatobi. Lalu kita juga menghadirkan instruktur yang telah sukses melempar hasil karyanya di pasaran seperti Ketua Kube Sikariman, Ketua Kube Bersama Longa serta Koordinator pendaping Plut,” ujar La Ode Nasiru.

Kontributor : Surfianto Nehru

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY