Kondisi SDN I Puudongi yang direndam banjir Foto: Asri Joni

KOLAKA, KORAN SULTRA– Sekolah Dasar (SD) Negeri I Puudongi, Kecamatan Polinggona, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara direndam banjir hingga satu meter, Kamis (11/05) lalu.

Akibatnya, proses belajar siswa tertunda. Karena pihak sekolah masih kawatir datangnya banjir susulan di sekolah tersebut.

Kepsek Puudongi Isadiah, mengatakan, banjir tersebut dikarenakan musim penghujan selama beberapa hari, yang sehingga mengakibatkan aliran sungai yang ada di desa tersebut meluap hingga satu meter.

”Banjir yang terjadi di Desa puudongi dikarenakan curah hujan yang lebat, sehingga daerah aliran sungai menjadi meluap hingga setinggi satu meter. Yang menyebabkan enam ruang belajar di sekolah kami terendam banjir. Sehingga seluruh siswa tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar seperti biasanya,” ungkapnya.

Kata Isadiah, pihak sekolah belum berani mengijinkan siswa untuk masuk sekolah, Sebab di kawatirkan adanya banjir susulan. ”Pihak pemerintah juga tidak mengantisipasi kejadian ini,” katanya.

Peristiwa tersebut kata dia, selalu sering terjadi, bahkan hampir disetiap tahunnya saat musim penghujan tiba. Dia juga mengungkapkan, banjir kali ini justru lebih parah dari banjir sebelumnya.

Banjir di SDN I Puudongi hingga satu meter Foto: Asri Joni

”Banjir kali ini yang sangat parah. Karena hampir keseluruhan gedung di sekolah kami mengalami kerusakan total, dan yang kami kawatir gedung sekolah kami bakal roboh,” ujar dia.

Banjir yang melanda sekolahnya itu kata dia, sudah pernah ia laporkan pada pemerintah kabupaten, agar dibuatkan tanggul keliling supaya sekolah tersebut tidak lagi digenangi air meski banjir. Namun hingga saat ini belum ada titik terang.

Sementara itu kepala UPTD Dikbudpora Kecamatan Polinggona Hasan Mandara, mengungkapkan, jika pihaknya bakal melaporkan kejadian tersebut pada Kadis Dikbudpora Kolaka untuk membahas peristiwa banjir yang terjadi di SD Negeri I Puudongi.

”Saya bakal laporkan pada kepala dinas kejadian ini. Karena sewaktu saya menjabat di sekolah itu hingga menjadi kepala UPTD Dikbudpora, setiap tahunnya sekolah tersebut selalu menjadi langganan banjir,” kata Hasan.

Kontributor : Asri Joni
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY