Korban beserta pesan suratnya Sumber: faceebook

ANDOOLO, KORANSULTRA.COM – Seorang bapak asal Desa Aoma, Kecamatan Wolasi, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di pohon, Rabu (22/11/2017).

Warga yang diketahui bernama Ik Agus Rianto (27) itu, ditemukan oleh Anton, pensiunan purnawirawan TNI dibelakang rumahnya dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Sebelum gantung diri pria yang berprofesi sebagai petani ini, menulis pesan di selembar kertas putih yang berisi permohonan maaf pada ibunya.

Korban menulis surat dengan menggunakan bahasa daerah yang artinya permohonan maaf pada Ibunya, ia juga menitip pesan pada ibunya agar anaknya dijagakan.

“Oma saya mohon maaf ksian, karena sering menyakiti perasaannya kita. Saya menulis surat ini karena saya tidak sanggup lagi dengan kehidupan ini. Lebih baik saya ambil keputusan begini, dari pada saya menyimpan sakit hati. Hanya ada satu  permintaanku,  tolong jaga anak-anakku. Mungkin lebih baik saya begini. Tolong mohon ampun dari ujung kaki smpai ujung rambutnya kita,” tulis Agus Rianto yang telah diartikan pihak Kepolisian.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun KoranSultra.Com, sebelumnya korban sempat bercecok dengan sang istrinya. Karena korban dituduh telah mengambil handphone genggam milik Ibu nya.

Usai bertengkar, korban meminta seutas tali pada istrinya, dengan alasan ingin membuat ayunan di kebun belakang rumahnya.

Beberapa jam setelah ke kebun, korban tiba-tiba dikabarkan sudah dalam keadaan tewas gantung diri.

Kapolsek Wolasi, Iptu Julak SH menerangkan jika korban murni bunuh diri.

“Ini murni bunuh diri, diduga karena depresi. Sebab, dijasd korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh. Keluarga menolak otopsi karena sudah mengetahui bahwa dia murni bunuh diri,” jelas Julak yang dikonfirmasi lewat via telepon seluler nya.

Kontributir : Liya Puspita

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY