Kabid PBB Susanto Babolo
Kabid PBB Susanto Babolo

TIRAWUTA, KORAN SULTRA– Munculnya berita sejumlah Kepala Desa (Kades), mengelapkan pajak, atau belum menyetorkan Pajak Bumi dan Bangunannya (PBB), terhadap pihak Dinas Pendapatan (Dispemda) Kolaka Timur (Koltim), akhirnya menuai aksi protes dari sejumlah desa di Kecamatan Polipolia.

Pasalnya, ada beberapa nama desa yang disebutkan dalam pemberitaan, itu telah jauh hari melunasi tunggakan PBB nya. Sehingga menurut mereka apa yang telah dilontarkan oleh Kepala Bidang (kabid), PBB Susanto Babolo di beberapa media dianggap tidak benar atau keliru.

Dalam pemberiataan, Susanto Babolo menyebutkan ada beberapa desa di Koltim yang hingga saat ini belum melunasi PBB nya. Disebutkannya, ada 12 desa dan 12 Kelurahan di 8 Kecamatan di Koltim yang hingga saat ini belum menyetor PBB nya.

Berdasarkan data yang diperolehnya, ia menyebutkan beberapa kecamatan yang belum melunasi PBB nya. yakni, Kecamatan Tirawuta, Loae, Ladongi, Lambandia, Polipolia, Mowewe, Lalolae, dan Uluiwoi.

Aksi protes dari sejumlah desa di beberapa kecamatan, akibat namanya dipublis di media, akhirnya diklarifikasi ulang oleh kabid PBB Susanto Babolo. Kata Susanto, apa yang telah ia sebutkan beberapa nama desa memang ada yang keliru.

”Ia memang ada yang keliru, ada beberapa desa yang seharusnya sudah terinput datanya ke kami, malah belum dan itu hanya kesalahan tehnis saja. Lagi pula data mereka masuk terlambat. Sehingga belum kami masukan di data kami,” ujar Susanto.

Kata Susanto, Ini memang ada keterlambatan penyetoran. “Mereka menyetor PBB nya, ada di tanggal 28 bahkan ada juga yang menyetor di tanggal 31, sehingga belum dapat masuk di data kami. Ini harus dapat dimaklumi sebab, sistem pengimputan data kami tidak secara online,” katanya.

Susanto juga mengucapkan permohonan maaf nya, jika apa yang telah ia sebutkan beberapa desa belum menyetorkan PBB nya, lantas telah melunasi dapat dimaklumi karena hanya kesalahan pengimputan data saja.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY