Proses Evakuasi dua jenasah edi mulyadi (edi) dan Laode fitrah (toto).
Proses Evakuasi dua jenasah edi mulyadi (edi) dan Laode fitrah (toto).

Lasusua, Koran Sultra – Dua Jenazah Pendaki Gunung Mekongga Desa Tinokar Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan Dari Posko Tujuh Ke Pos Induk Pada Rabu Malam (15/03)

Selama 10 Jam Tim Gabungan akhirnya Berhasil Mengevakuasi Dua Jenazah Pendaki Gunung Mekongga Pada Rabu Malam.

Evakuasi dilakukan tim cukup sulit karena harus melintasi sungai dengan arus cukup deras dan suasana gelap.

Proses evakuasi dari pos tujuh gunung mekongga sekitar pukul 07.00 wita dan tiba di desa tinokari pada pukul 21.15 wita

Setibanya tim langsung membawa dua jenazah ke puskesmas wawo untuk diberi obat formalin selanjutnya dua jenazah pendaki gunung mekongga ini dimasukan ke peti jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dibawa ke kota kendari sulawesi tenggara.

Patauan Awak media, selama proses pemberian formalin di sekitar puskemas wawo diguyur hujan deras.

Dua Orang Korban Tewas Pendaki Gunung Mekongga, Berbaju merah edi dan baju hitam laode fitrah
Dua Orang Korban Tewas Pendaki Gunung Mekongga, Berbaju merah edi dan baju hitam laode fitrah

Laode taufik ayah laode fitrah salah satu korban meninggal pendaki gunung mekongga mengaku sangat kaget Kaget dan menyayangkan insiden ini.

Menunurut Taufik anak ketiga dari enam bersaudara ini orangnya sabar dan penurut dengan orang tua, “ sebelum almarhum berangkat dari muna. Saya bertanya mau kemana, almarhum menjawab mau berangkat ke kendari untuk memperbaiki nilainya yang tidak sempat terselesaikan disemester 6 jurusan ekonomi di universitas haluoleo kendari” ujrnya menirukan percapapannya dengan almarhum.

“selesaikan kuliahnya dan jangan lagi ikut mendaki gunung,” ujarnya

Dikatakannya, informasi atas hilangya sang anak saat melakukan pendakian gunung Mekonggan datang dari keluarga dikendari bahwa laode fitrah hilang di gunung kongga kabupaten kolaka utara.

“saya kaget karena almarhum ini tidak menyampaikan untuk pendakian tersebut,” katanya dengan nada sedih.

Ditengah wawancara, La Ode Taufik yang mengenang saat saat terakhir bersama almarhum, salah seorang teman Almarhum memberikan Sebuah kantong berwarna putih yang berisi Hand Phone, KTP, SIM serta selembar kertas lipatan berwarna Putih.
Laode taufik mengambil kantongan tersebut dan mengusap dadanya berkali – kali.

“Saya sering berpesan ke almarhum carilah teman yang betul-teman jangan cari teman yang hanya suka dengan sukanya saja tapi harus dukanya ditanggung bersama,” ujar taufik yang tidak bisa membendung air matanya.

Kami keluarga merelakan kepergian almarhum dan kami tau kami sangat mencintai almarhum namun tuhan lebih mencintai dirinya.dengan kebaikan yang diperbuatnya.

“Ibunya tidak ikut. ada diKelurahan Laende Kecamatan Katobu kabupaten muna,” katanya

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY