Dirut RSUD Koltim Dr Munur Foto: Dok Pribadi

TIRAWUTA, KORAN SULTRA– Direktur Umum (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur (Koltim), memastikan tarif sewa ambulance yang diberlakukan selama ini untuk sejumlah pasien yang dirujuk kemanapun sudah sesuai tarif yang diatur dalam peraturan daerah (Perda) Kabupaten Kolaka.

Dirut RSUD Koltim Dr Munir, yang konfirmasi melalui akun WhatsApp nya, Kamis (15/6/2017), mengatakan bahwa tarif restribusi sewa ambulance di RSUD Koltim berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum. Khusus pasal yang menjelaskan tentang tarif ambulance, menyebutkan jarak tempuh Koltim menuju RSUD Kolaka dan RSUD Unaaha dikenakan tarif Rp 450.000 persatu kali jalan.

”Oh ya rujukan ke Unaaha/Kolaka itu Rp 450 ribu. kita masih merujuk ke perda kolaka nomor 4 tahun 2011,” jelas Dr Munir.

Saat ini kata dia, restribusi jasa umum, termaksud kesehatan di Koltim masih sementara digodok di DPRD Koltim.

”Sementara digodok raperda tarif restribusi jasa umum (termaksud kesehatan) di DPRD,” katanya.

Dikatakannya, sebenarnya dirinya mau mengacu pada Perbup Koltim. Namun, pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melarangnya.

”Iya pernah kita bilang begitu, tapi dilarang sama BPK. Harus bentuknya perda,” jelasnya.

Sementara itu, kata Munir, terkait proses rincian biaya pada pasien, sejak januari pihak RSUD menggunakan sistem kasir satu pintu.

”Adapun proses rincian biaya, sudah dibuatkan dalam bentuk kwitansi sejak januari menggunakan sistem kasir 1 pintu,” kata Munir.

Untuk diketahui, sebelumnya sejumlah keluarga pasien melakukan protes terkait mahalnya tarif restribusi yang diterapkan pihak RSUD Koltim. Namun kata Munir, hal tersebut terjadi akibat Penjelasan dan persetujuan pihak internal RSUD Koltim yang tidak berjalan baik.

”Oke thanks infonya, ini akan jadi masukan buat kami. Artinya, informed consent tidak berjalan baik,” tutupnya.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY