Pasukan Brimob menggelar simulasi pengamanan Pilkada di Mako Brimob, Kota Kendari, Sulawesi Tenggra, Selasa (14/11/2017). Simulasi dilakukan guna menyiagakan personel Korps Brimob dalam menghadapi gangguan keamanan jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Foto: Dekri

KENDARI, KORANSULTRA.COM – Lapangan Upacara Mako Brimob dipenuhi massa, Selasa (14/11/2017). Puluhan orang terlibat bentrok dengan polisi. Simulasi pengamanan Pilkada yang digelar Pasukan Brimob Polda Sultra ini, merupakan rangkaian acara peringatan HUT Bimob yang ke-72 di Sultra.

Dalam simulasi itu, digambarkan puluhan orang melakukan aksi unjuk rasa menolak hasil penghitungan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) Provinsi Sultra. Mereka menggagap KPU berpihak kepada salah satu calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra.

Aksi massa itu dihadang oleh aparat kepolisian dari brimob Polda Sulawesi Tenggra. Situasi sempat memanas saat massa mulai melakukan tindakan anarkis melempari polisi dengan botol plastik yang berisi air.

Pasukan Brimob menggelar simulasi pengamanan Pilkada di Mako Brimob, Kota Kendari, Sulawesi Tenggra, Selasa (14/11/2017). Simulasi dilakukan guna menyiagakan personel Korps Brimob dalam menghadapi gangguan keamanan jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Foto: Dekri

Bentrokan tidak terhindarkan saat massa mulai menyerang barisan polisi yang menghadang. Untuk memukul mundur massa, polisi juga mengerahkan kendaraan taktis dan menyemprotkan water canon ke arah pengunjuk rasa.

Massa berhamburan menghindari semprotan air. Barisan polisi secara perlahan-lahan maju memukul mundur ratusan pengunjuk rasa hingga membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.

”Simulasi ini merupakan bentuk kesiapan Polda Sultra dalam mengamankan Pemilu Kada 2018 nanti,” kata Kapolda Sultra, Brigadir Jenderal Polisi Andhap Budi Revianto, di Mako Brimob, Selasa (14/11/2017).

Pasukan Brimob menggelar simulasi pengamanan Pilkada di Mako Brimob, Kota Kendari, Sulawesi Tenggra, Selasa (14/11/2017). Simulasi dilakukan guna menyiagakan personel Korps Brimob dalam menghadapi gangguan keamanan jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Foto: Dekri

Dalam kegiatan simulasi pengamanan ini, kata dia, para personel kepolisian menampilkan sejumlah skenario mengenai kemungkinan pontensi gangguan saat Pilkada Sultra berlangsung pada 2018 mendatang.

Mulai dari melakukan patroli cipta kondisi gabungan, adanya gangguan saat distribusi surat dan kotak suara hingga gangguan terhadap pasangan calon oleh simpatisan pesaingnya saat masa kampanye.

“Semuanya kami antisipasi dan praktikkan penanganannya di sini. Termasuk nantinya jika ada ancaman bom sekalipun, sudah kami antisipasi,” jelas Andhap.

Pasukan Brimob menggelar simulasi pengamanan Pilkada di Mako Brimob, Kota Kendari, Sulawesi Tenggra, Selasa (14/11/2017). Simulasi dilakukan guna menyiagakan personel Korps Brimob dalam menghadapi gangguan keamanan jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Foto: Dekri

Dia menuturkan untuk memastikan pengamanan saat Pilkada nanti, personel gabungan dari Polisi, TNI, Satpol PP hingga Linmas akan dikerahkan. ”Hari demi hari kami tingkatkan kualitas dan kapasitas kita untuk lebih baik lagi,” terangnya.

Untuk diketahui, dalam acara perayaan HUT Brimob yang ke- 72 ini, juga dihadiri para pejabat seperti, TNI, Polri Sultra, beserta pejabat Pemerintah Kota dan Provinsi.

Kontributor: Liya Puspita
Editor : Dekri Adriadi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY