Wandi alias Pacci (16), siswa kelas satu di SMA Negeri 1 Dangia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, nyaris tewas akibat dibegal orang tak dikenal. Foto: Dekri

TIRAWUTA, KORANSULTRA.COM– Sungguh malang nasib Wandi alias Pacci (16), siswa kelas satu di SMA Negeri 1 Dangia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, nyaris tewas akibat dibegal orang tak dikenal.

Beruntung, korban cepat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koltim, sehingga nyawa korban dapat terselamatkan. Menurut saksi mata Musriadi (35), korban ia temukan sekitar pukul 14.00 wita, saat pihaknya hendak menuju ke lokasi tempatnya bekerja di pembangunan waduk Ladongi.

Tibab-tiba ia melihat korban dalam keadaan lemas, dan bercucuran darah di pakaian sekolah yang koraban kenakan. ”Saya temukan anak tersebut saat saya hendak menuju ke pemabngunan waduk di ladongi. Tiba-tiba saya melihat korban yang masih memakai seragam sekolah menyapa saya untuk minta di bonceng motor. Kondisi anak ini dalam keadaan berlumuran darah di bagian lehernya,” ujar Musriadi.

Kata Musriadi, korban sempat mengatakan jika motornya di rampas, kemudian pelaku langsung mengiris leher korban. ”Dalam perjalanan, korban sempat mengatakan jika motornya diambil lalu di gerek leher nya. Hanya kalimat itu yang sempat korban ucapkan pada saya,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun Koran Sultra, siswa asal Kelurahan Atula, Kecamatan Ladongi itu, diketahui menggunakan Kendaraan sepeda motor warna putih dengan nomor polisi DP 5558 memasuki wilayah tempat pekerjaan bendungan Ladongi sekitar pukul 13:30 Wita Selasa (1/8/2017) dini hari. Tetapi ditengah perjalanan ia dihadang oleh orang tak dikenal, hingga motornya pun diambil oleh pelaku begal. Saat ini korban dalam perawatan medis dengan 35 jahitan di leher, luka pada kepala dan luka pada bagian pipinya.

Kapolsek ladongi Ipda Hendrianto SIK, yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya membenarkan kejadian tersebut. Kata dia saat ini pihaknya masih dalam proses penyelidikan.

”Personil Sektor Ladongi langsung mendatangi TKP, mengumpulkan bahan keterangan dan melakukan penyelidikan kepada pelaku serta meminta kepada petugas RSUD untuk melakukan Visum Et Erpetum,” terang Hendrianto.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY