Rahatusan siswa dari SMA Negeri I Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, unjuk rasa didepan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) Muna, Senin (03/04/2017) Foto: Bensar
Rahatusan siswa dari SMA Negeri I Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, unjuk rasa didepan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) Muna, Senin (03/04/2017) Foto: Bensar

RAHA, KORAN SULTRA– Rahatusan siswa dari SMA Negeri I Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, unjuk rasa didepan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) Muna, Senin (03/04/2017) meminta agar Kepala Sekolahnya Muhidin, segera dicopot dari jabatanya.

Hal itu disebabkan, segala tindakan Kepsek yang berkaitan dengan anggaran sekolah, dan kedisiplinan tidak efektif. Bahkan, preman jalanan diduga sering keluar masuk di sekolah tersebut, akibat tidak tegasnya kepsek.

“Kami meminta agar kepala sekolah kami di copot saja dari jabatannya. Sebab, begitu besarnya anggaran dana bos SMA, per siswanya sekitar Rp 1,4 juta rupiah. Namaun setiap ada kegiatan sekolah, selalunya tidak didukung dengan anggaran. Kepsek malah mengatakan tidak ada sama sekali aggaran. Makanya miris jika sekolah kami disebut sekolah rujukan,” teriak La Ode Adrian Safrizal.

Rahatusan siswa dari SMA Negeri I Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, unjuk rasa didepan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) Muna, Senin (03/04/2017) Foto: Bensar
Rahatusan siswa dari SMA Negeri I Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, unjuk rasa didepan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) Muna, Senin (03/04/2017) Foto: Bensar

Dikatakannya, anggaran osis dan dana bos dikemanakan. ”Copot kepala sekolah,” tegas La Ode Adrian Safrizal, bersama ratusan siswa lainya.

Tidak hanya itu kata Safrisal, penegasan dalam lingkungan skolahpun tidak efektif. Itu dibuktikan adanya siswa yang dibabak belur oleh preman diluar sekolah, dan hingga saat ini tidak ditangani secara serius oleh kepsek. Bahkan, sarana dan prasarana sekolah sudah tidak memadai. seperti, dua orang siswa yang duduk dalam satu kursi, mana lagi papan tulis belajar tidak ada dikelas.

“Tolong tegakan kedisiplinan, juga transparasi dalam pengunaan dana bos. Karena, saat ada proses kegiatan pertandingan seperti olimpiade selalu tidak ada anggaran, justru kami mala menacari anggran diluar sekolah,” pungkasnya.

Kepala Dinas PK, La Ege SH, yang didampingi Sekdis PK Ashar, menerima aspirasi siswa di ruangannya Foto: Bensar
Kepala Dinas PK, La Ege SH, yang didampingi Sekdis PK Ashar, menerima aspirasi siswa di ruangannya Foto: Bensar

Dlama pergerakan tesebut, Kepala Dinas PK, La Ege SH, yang didampingi Sekdis PK Ashar, menerima aspirasi siswa di ruangannya.

“Tentang pengunaan dana bos, kami akan cek di diknas provinsi, karena itu kewenangan provinsi bukan lagi Kabupaten. Sedangkan terkait sarana dan prasarana sekolah, serta penaganan pengamanan tingkat sekolah, kami bakal mengeceknya,” ujar La Ege SH.

Ia berjanji jika besok pihaknya Dinas PK bakal turun langsung ke sekolah tersebut, guna melakukan pengecekan fasilitas dan rapat diskolah terkait maslaha ini.

“Kalaupun ada salah dari kepala sekolah, kami akan laporkan ke Bupati Muna, untuk memindak lanjuti,” tegas mantan kepala Ispektorat itu.

Kepsek SMA Negeri I Raha, Muhidin, yang berhasil dikonfirmasi mengatakan, kegiatan sekolah yang selama ini ini tidak didukung dengan anggaran dikarenakan anggaran sekolah memang belum turun.

“Ini secara nasional, dana bos belum turun sejak bulan Januari dan Maret, mengenai kegiatan osis, saya juga sudah sampaikan ke mereka. Saya ini orang yang terbuka,” katanya.

Pantaun Koran Sultra, dalam aksi tersebut, yang dimulai pukul 08.30 wita itu, sebelumnya dimulai dari dihalaman SMA 1 Raha, pada pukul 11. 00 kemudian menuju diknas PK, yang dikawal ratusan personil dari polres Muna,hingga selesai pukul 12. 30. diruang kepala Dinas PK.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY