Jasad Arini Yulia Safitri, alias Rini binti Uddin (16) di kediamannya Foto: Hamdan

KOLAKA, KORANSULTRA.COM – Salah satu lirik lagu yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi kondang, Jamal Mirdad, “Malam minggu malam yang panjang malam yang asyik buat pacaran” menjadi representasi bagi mayoritas remaja dewasa. Ini juga yang menjadikan malam minggu sebagai malam yang asyik buat pacaran.

Namun hal itu tidak berlaku bagi dua pasang siswa/siswi di Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kelurahan Dawi-dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sabtu (9/9).

Pasalnya, dua sejoli itu diduga dibegal oleh dua pemuda yang tidak dikenal. Naas nya Arini Yulia Safitri, alias Rini binti Uddin (16) meninggal dunia, setelah lari dengan maksud menyelamatkan diri hingga melompat ke laut. Sedangkan teman sebayanya, Tika (17) mengalami trauma akibat TP diperkosa oleh oknum bejad.

“Korban tenggelam, yang kemudian diketemukan oleh nelayan di pelabuhan TPI Dawi-dawi Kecamatan Pomalaa. Rini menghembuskan nafas terakhirnya sesaat setelah tiba di Rumah Sakit Antam, sedangkan teman nya Tika, masih dalam proses pemeriksaan,” ungkap seorang kerabat yang enggan disebut namanya.

Rini yang tiba di lokasi TPI di bonceng oleh pacarnya Hairil (16), sedangkan korban perkosaan Tk di bonceng oleh pacarnya Tiyan. Pada saat korban bersama pacarnya sedang duduk-duduk di pinggir laut, tiba-tiba datang dua orang lelaki bercadar dengan membawah sembila parang mengejar korban.

”Korban berlari dengan maksud untuk menyelamatkan diri. Saat melarikan diri korban melompat turun ke laut, sedangkan korban Tk di perkosa oleh Pelaku,” terang Hairis kekasih Rini, di Polsek Pomalaa.

”Pihak kami masih dalam proses pencarian, informasi sementara ini sudah masuk laporan bahwa yang diduha pelaku pertama sudah didapat tinggal menunggu dia tiba di Kantor. Tapi hal itu masih perlu diselidiki apa betul bahwa dia adalah pelakunya, tinggal nanti kita lihat,” ungkap Kapolsek Pomalaa Husni Abda.

Kontributor : Hamdan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY