“Kenapa murah sekali lima ribu. Kenapa tidak sekalian lima ratus ribu saja, biar sekalian malu,”

 

Dirut RSUD Muna dr.Tutut Purwanto Foto: Bensar
Dirut RSUD Muna dr.Tutut Purwanto Foto: Bensar

 

RAHA, KORAN SULTRA-Pungutan Liar (Pungli), di tubuh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna, akhirnya terungkap. Sejumlah oknum pelanggar itu ahkirnya mengakui jika memang benar telah memungut dana senilai Rp 5000 per satu kali stempel, dengan dalil dana tersebut adalah dana suka rela dari para pembuat SK Bupati.

“Ia memang benar, karena kita kerja diluar jam kantor, ini dana suka rela yang tidak dipatok, pada pembuat SK. Dana ini untuk biaya tinta, kertas dan ATK,” beber salah seorang Staf yang membidangi Kepegawaian di RSUD Muna, meminta namanya tidak ditulis, Senin (27/3).

Mengetahui hal tersebut, Dirut RSUD Muna dr.Tutut Purwanto, berjanji bakal menindak tegas oknum yang melakukan pungli di RSUD Muna.

“Saya akan menegur oknum itu, melalui surat teguran tertulis serta memberikan sanksi pada mereka, kalau perlu saya akan menyuru mereka untuk mengembalikan uang honorer yang telah dipungut,” tegasnya.

 

Selembar kertas yang ditempel di pintu ruangan Staf Kasubag Kepegawaian RSUD Muna Foto: Bensar
Selembar kertas yang ditempel di pintu ruangan Staf Kasubag Kepegawaian RSUD Muna Foto: Bensar

 

Kata Tutut, ATK atau sebagainya yang disebut mereka itu, sudah dianggarkan tersendiri.
”Kenapa honorer dimintai uang, padahal ATK sudah punya anggran tersendiri,” katanya.

Kata dia, pemungutan yang dilakukan bawahannya itu, bukan merupakan kebijakan dari pihak RSUD Muna.

“Kenapa murah sekali lima ribu. Kenapa tidak sekalian lima ratus ribu saja, biar sekalian malu,” katanya Dirut RSUD Muna.

Untu diketahui, jumlah tenaga honorer di RSUD Muna kurang lebih 200 orang. Terbongkarnya pungli di jajaran RSUD Muna ini, akibat adanya buka-bukan dari salah seorang honorer yang sempat dimintai Rp 5000 per satu kali stempel SK.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY