Lasusua, Koran Sultra – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap Desa Tanggaruru, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) disegel pemilik tanah. Rabu (29/11/2017) siang

Pasalnya pemilik lahan Nursida, SKM (anak H. Lana) merasa kesal dengan janji Pemerintah dengan pembayaran tanahnya seluas 1 hektar (HA) yang terbangunan bangunan permanen sekolah sejak 2006 belum juga terbayarkan. sekitar pukul 14.20 wita, Nursida, arsan dan masdir melekukan penyegelan 3 ruang kelas dengan balok terpaku dipintu ruangan kelas.

“Sekolah Kami segel karena tahun 2006 lalu pihak Dinas hanya pinjam pakai lokasi ini, setelah melakukan negosiasi dan sepakat untuk pembayaran lokasi sekolah ternyata pihak Dinas sampai hari ini belum bayar,’ ungkapnya.

Lanjut Nursida penyegelan akan tetap berlangsung sambil menunggu pembayaran dari Pemerintah Karena bangunan sudah ramping tetapi ganti rugi lahan belum diselesaikan.

” Ia akan membuka membuka segel sekolah tersebut setelah Pemerintah menyelesaikan pembayaran pembebasan lahan tersebut,” ungkapnya

Kepala SMP Satu Atap Masnia Parandan S.Pd MM, membenarkan penyegelan itu dilakukan oleh ahli waris berdasarkan surat wasiat pemilik lahan. namun sengketa tanah ini masih simpang siur karena tanah untuk lokasi sekolah sudah diwakafkan atau dihibahkan.

“Untuk sementara siswa diliburkan sampai menunggu persoalan ini terselesaikan, kami juga sudah melaporkan keDinas Pendidikan untuk dibantu menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya

Penyegelan sekolah ini, lanjut Masnia, merugikan ratusan siswa yang melaksanakan belajar dan ketertinggalan mata pelajaran siswa akan semakin jauh nantinya. kami berharap persoalan ini secepatnya terselesaikan agar siswa dapat mengejar ketertinggalan pelajarannya. jelasnya
Sampai saat ini Kadis Pendidikan Kolut Mukrim dihubungi HP nya tidak aktif sementara besar pembayaran lahan belum diketahui secara jelas berapa ganti rugi lahan tersebut.

KONTRIBUTOR : ISRAIL YANAS

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY