Kantor TPM
Unaaha, Koran Sultra – Polemik penggusuran lahan masyarakat yang tidak bermitra dengan perusahaan TPM, sampai saat ini tak kunjung habis.

Dan ironisnya, pihak perusahaan melalui Manajer Humas tidak dapat memberi penjelasan terkait solusi penerobosan lahan yang diduga dilakukan oleh pihak perusahaan sawit (TPM).

Tony, Manager Humas PT. TPM. saat di konfirmasi terkait penggusuran lahan warga yang tidak ingin memitrakan lahannya mengatakan bahwa pihakya selalu melakukan upaya untuk mitra lahan yang digusur atau membeli jika telah terjadi penggusuran.

“Sejauh ini lahan itu di mitrakan atau dibeli,”. katanya

lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa jika kemudian pemilik lahan tidak mau memitrakan atau dibeli lahannya, sebagai humas dirinya tidak dapat lagi memberi keputusan apa-apa dan dirinya bingung untuk menyelesaikan.
“kalau tidak mau, untuk sementara kebijakan dari perusahaan dan dari saya sudah bingung juga menyelesaikannya mau diapakan lagi kalau saya tidak tahu” katanya lagi.

ditanya mengenai kemungkinan warga akan meminta ganti rugi dirinya mengatakan mempersilahkan warga meminta ganti rugi kalau perlu dengan harga yang setinggi-tingginya hingga 1 triliyun.
“ Keputusan itu bukan ditangan saya, jika warga ngotot minta ganti rugi, kalau perlu minta sampai 1 triliyun yah minta yang gede-gede kayak orang di Papua. saya sampaikan ke atasan saya karena bukan kewenangan saya” katanya lagi.

Pernyataan ini sangat kontroversi dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh Pihak Perusahaan agar tetap mencari solusi terkait penggusuran lahan.

Editor: Rahmat
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY