Kadis Dikmudora Ir. HJ. Surya Hutapea
Kadis Dikmudora Ir. HJ. Surya Hutapea

Tirawuta, Koran Sultra– Mendengar adanya isu yang berkembang terkait adanya pungutan liar dipenerimaan tunjangan daerah terpencil (Dacil), terhadap guru penerima tunjangan dana terpencil (Guru Dacil), Kepala Dinas Dikmudora Kolaka Timur (Koltim) Ir. HJ. Surya Hutapea menegaskan, pihaknya tidak mau mendengar lagi adanya pungutan liar (Pungli) terhadap penerima tunjangan tersebut.

”Saya senantiasa menyampaikan untuk tidak ada pungutan pada penerima dacil. Saya tidak mau dengar adalagi pungutan dacil,” tegas Surya saat memberikan sabutan dalam acara lomba vokal grup tingkat pelajar yang dilaksanakan dipelataran kantor Dinas Dikmudora Koltim Rabu, (26/10).

Dikatakannya, jika Ia mendengar dan menemukan adanya pemungutan saat penerimaan dacil pada guru, pihaknya tidak segan untuk memberikan sangsi. ”Ingat iya, yang memberi dan menerima saya akan ganti. Jika iya pemberi saya tidak akan memberikan peluang untuk menerima dacil lagi. Sedangkan untuk yang menerima uang dari penerima dacil saya tidak segan untuk nonjob dia,” pungkasnya.

Kata Istri Bupati Koltim itu, pihaknya baru mengetahui jika selama ini penerima tunjangan dacil masih menggunakan data lama. Diketahuinya, saat pihaknya menelusuri hingga ke kementrian. Untuk itu, Ia juga sudah memerintakan untuk merubah data penerima dacil yang menggunakan data lama.

”Saya baru mengetahui, jika selama ini penerima dacil di koltim masih menggunakan data lama, saat masih gabung dengan kabupaten Kolaka, jadi tidak heran dalam penerimaan dacil di Koltim selama ini, masih banyak yang menerima itu diperkotaan. Seperti di Kecamatan Tirawuta dan Ladongi itu sudah tidak pantas menerima lagi, karena tidak termaksud daerah terpencil,” kesalnya.

Ia menegaskan, untuk penerimaan Dacil kedepan, tidak adalagi penerimanya di kota seperti di kecamatan Tirawuta. “Jangan harap guru dalam kota mau terima dacil lagi. Tidak usah mimpi, guru-guru yang ada diperkotaan, tidak bakalan kalian terima tunjangan dacil. Dan tidak usah lakukan lobi-lobi sama bupati, tidak bakalan tembus, karena sekarang sudah ketat,” tegas dia.

Disampaikannya, kedepan dacil bakal diperuntukan sesuai dengan peruntukannya. Namun, jika ada yang mengatakan dacil diatur oleh dinas kata dia, Pihaknya bakal menelusuri kembali dan bakal mencari siapa dalang yang sesungguhnya.

”Saya juga minta, jika ada yang mengetahui bahwa penerima dacil diatur oleh dinas, maka sampaikan ke saya agar biasa saya tindak secepatnya,” tutupnya.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY