Mentri Susi Pujiastuti foto: asri Joni
Mentri Susi Pujiastuti foto: asri Joni

Kolaka, Koran Sultra-Perasaan dan ungkapan bahagia menteri Kelutan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti ini karena melihat secara langsung hasil panen tambak udang masyarakat kabupaten kolaka.

Dengan kondisi alam yang masih baik ini,Susi mengatakan,akan membuat petani tambak selalu sukses nantinya. Bahkan ia juga mengingatkan bupati Kolaka untuk tidak menebang mangrof atau bakau yang ada di sepanjang jalan Bypass Kolaka,sebab disamping penghijauanya dan juga sebagai penahan ombak.

“Dan saya tadi sudah berbincang bicang dengan bupati, sudah saya ingatkan kalau mau petani tambak menjadi sukses maka jangan tebang bakau yang ada di sepanjang sungai tambak,termasuk di pesisir pantai yang dibmana pohon bakau tumbuh dengan hijau,bahkan juga pohon bakau itu dapat mengundang planton dan jika petani masukan air di tambak maka planton itu bersama air dan nantinya akan menjadi makanan isi tambak yang baik bagi udang dan ikan, “ujar Susi menteri kelautan ini.

Lanjutnya lagi ia mengatakan untuk udang yang ia panen ia mengaku sangat merasa senang dan bangga dengan udang tambak yang ada di Kolaka ini karena kondisinya masih sehat sehat.katanya.

“Saya ini mantan penjual ikan lho”, jadi saya tau mana yang sehat dan mana yang tidak sehat. Ini menjadi catatan tersendiri bagi di kementrian kelautan dan perikanan, “imbahnya tersenyum.

Susi juga memberikan aplos dan menguatkan bagi kepada petani tambak bahwa udang vaname ini mempunyai satu penyakit yang tidak bisa hilang karena bawaan genetika dan ini pernah terjadi di beberapa negarabnegara luar yang membuat gagal panen.

“Dan alhamdulilah di Indonesia belum ada yang seperti itu, dan mudah-mudahan di Indonesia Bebas dari gejala gejala virus tersebut. Kalau di negara lain itu biasanya kalau sudah terkena wabah penyakit yang seperti yang saya maksud tadi maka satu negara akan itu gagal panennya. Namun di Indonesia kan beda karena di Indonesia juga berpulau- pulau, ” katanya

Disamping kegembiraannya, Menteri kelautan dan Perikanan RI ini sangata menyayangkan di sepanjang perjalanan menuju lokasi tambak untuk ikut panen udang itu dia masih banyak melihat tambak warga yang tidak dikelola dengan baik dan dan bahkan ditinggalkan dalam keadaan kosong isinya.

“Ini yang sangat disayangkan karena di sepanjang lokasi panen masih ada tambak yang tidak dikelola alias mangkrak,” ungkap Susi dengan senyum.

Dan sesudah mengikuti panen tambak udang ibu Susi menteri kelautan dan perikanan RI ini langsung pulang Kehotel istirahat dan untuk melanjutkan pertemuan dengan bupati kolaka.

Bupati Kolaka H. Ahmad Safei menjelaskan kepada menteri kelautan RI, bahwa potensi tambak khususnya udang vaname ini yang ada di daerah itu dalam sekali siklus bisa panen menghasilkan sekitar 5.000 ton.

“Dan luas area pertambakan yang ada di wilayah daerah Kolaka ini sekitar 8.000 hektar are milik masyarakat,” katanya. Ungkap Safei

Safei sebagai bupati kolaka juga mengharapkan nantinya itu akan ada kebijakan bahwa Kolaka sebagai salah satu daerah penghasil udang yang bisa diperhitungkan di diskala nasional Indonesia dengan intervensi baik Pemerintah maupun BUMN sehingga petani tambak yang ada di daerah kabupaten kolaka ini bisa lebih sejahtera nantinya.harapnya.

“Kebetulan dengan kunjungan menteri kelautan RI ini di kabupaten Kolaka sulawesi tenggara ini turut pula hadir juga dua direktur dari Perindo dan perinus,dan kedatangan ibu mentri kelautan di kolaka disambut antusias dan riuh oleh para warga kabupaten kolaka.

Kontributor : Asri Joni
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY