Korban ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali yang melilit di lehernya, foto : Israil Yanas
Korban ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali yang melilit di lehernya, foto : Israil Yanas

Lasusua, Koran Sultra – Pegawai Honorer Dinas Kesehatan yang diperbantukan di Gudang Farmasi Obat Puskesmas Lasusua, DW (40) warga Desa Larui Kecamatan Porehu ditemukan tewas Gantung diri pada Kamis (3/11/2016) pagi dengan meggunakan seutas tali nilon dirumah kosnya nomor 7 dijalan Tomagellang Kelurahan Lasusua Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara Provensi Sulawesi Tenggara. kematian DW diduga Depresi, saat ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Menurut tetangga kos Korban Nirmawati, korban ini sering mengeluh sakit namun tidak pernah mengatakan sakit apa. Korban baru pulang dari Kota Palopo Sulsel setelah pergi selama 4 bulan.

“Sekitar pukul 07.00 wita ada teriakan dari luar dan memanggil nama korban, saat itu pintu terkunci. Saat di dobrak korban terlihat sudah tidak bernyawa, dilehernya menjerat tali nilon yang digantungkan di atas balok dengan posisi terduduk ,” katanya.

Korban sempat bermalam dikosnya nanti pukul 05.30 wita, korban izin untuk sholat kosnya nomor 7 itu. Beberapa saat kemudian korban terlihat mencuci motornya karena akan berangkat kembali ke Kota palopo. Katanya.

Tetangga korban yang enggan disebutkan namanya juga menceritakan, korban DW sering mengeluh kesulitan tidur dan binggung karena pacarnya yang berada diDesa larui Kecamatan Porehu sulit untuk dihubungi, karena didaerah tersebut jaringan telpon seluler tidak ada.

“Korban ini, orang baik, pandai bergaul dan tidak pernah menceritakan kejelekan orang lain, hanya agak tertutup kalau masalah peribadinya,” ujarnya.

Sampai saat ini polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap, Nirmawati dan pemilik Rumah kos Badawi dan labania. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut karena Korban DW diduga meninggal tidak Wajar Karena Posisi Korban gantung diri sambil duduk dikursi. Polisi mengamankan, Tali Nilon, Kursi dan dompet berisi uang Rp. 3.354.000.

Korban usai difisum diRUSD Djafar Harun dan diberangkatkan ke kampung halamanya di Desa larui kecamatan Porehu kabupaten Kolaka Utara untuk dikebumikan.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY