Kolaka, Koran Sultra – Keberadaan lahan Universitas Negeri 19 November ( USN ) Kolaka seluas 80 Hektare di Desa Talodo, Kecamatan Lalolae Koltim bagaikan lenyap ditelan bumi, pasalnya Pemerintah Desa Talodo mengklaim lokasi USN sudah tidak ada.

Kades Talodo Sautia, mengaku jika lahan USN Kolaka yang ada diwilayahnya sudah tidak ada karena proses pembeliannya pada saat itu telah di batalkan oleh pihak USN.

” Tanah USN sudah tidak ada disini karena uang untuk pembelian lahan telah dikembalikan kepihak USN ” kata Sautia Kepada Koran Sultra Pekan Kemarin.

Menyikapi pernyataan Kades Talodo, Rektor USN DR Azhari mengaku jika lahan USN di Desa Talodo masih ada, karena proses pembayarannya telah dilakukan dan bukti pembayarannya lengkap, untuk itu pihak nya siap menempuh jalur hukum terkait lahan USN yang saat ini diklaim sudah tidak ada.

” Kalau Bu Desa mengaku jika pihak USN telah mengambil kembali uang dari warga, itu atas nama siapa? kalau dari pihak USN berarti penggelapan karena sampai saat ini kami tidak pernah menarik kembali uang dari warga. Ini yang harus diusut tuntas ” katanya saat ditemui diruang kerjanya.

Untuk itu kata dia pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum, dan mengumpulkan bukti-bukti mulai dari Surat Keterangan Tanah (SKT), kwitansi pembayaran lahan dan surat keterangan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang telah melakukan pengukuran dilokasi tersebut, sebab sepengetahuan dia tanah USN di Desa Talodo mencakup sekitar 80 Hektare berdasarkan bukti kwitansi pembayaran dari masyarakat dan lahan tersebut sudah pernah didata oleh BPN untuk dibuatkan sertifikat pada saat itu.

” Nanti saya akan buat keberatan sebagai dasar penegak hukum untuk diproses ” katanya
Dia menambahkan, lahan yang ada didesa Talodo sebenarnya ditargetkan 100 Haktar, akan tetapi pada saat itu kondisi keuangan USN tidak mencukupi untuk pembelian lahan jadi USN hanya membeli sekitar 80 haktar
” Pembelian lahan warga dananya cukup besar sekiatar ratusan juta rupiah, yang nantinya Lahan tersebut kedepan akan dijadikan lokasi Kampus” tambahnya.

Pantauan media ini lokasi USN diduga telah dijual kembali oleh warga kepada perusahan sawit PT Sari Asri Rejeki Indonesia.

KOntributor : Dekri

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY