1
Kolaka, Koran Sultra – Imbas dari statement yang dilontarkan oleh Kepala BPKAD Kolaka saat diwawancarai terkait Pencairan Dana Tunjangan Sertifikasi Guru di Kabupaten Kolaka nampaknya akan berbuntut.

Pasalnya, kalimat yang dikeluarkan oleh Nur Syamsu selaku Kepala BPKAD seakan “melukai” perasaan guru di Daerah ini, dimana sebelumnya pada senin 16/01 lalu saat diwawancarai Nur Syamsu mengeluarkan kalimat yang cukup “pedas”, ” jika ada guru yang mengatakan belum terbayarkan dana sertifikasinya panggil kesini saya kandetto ( jitak) Kepalanya” Kata Nur syamsu saat itu.

Bak hembusan angin, berita yang dilansir koransultra.com ini langsung menyebar ketelinga guru-guru di daerah ini, reaksi dari sejumlah pihak berdatangan atas pernyataan tersebut tak luput respon juga dating dari PGRI Kolaka.

Menurut sekertaris PGRI kolaka Dakir Torang mengatakan dirinya akan melayangkan surat ke bupati kolaka terkait hal ini, “ untuk meminta agar Kepala BPKAD Kolaka dapat di pertemukan dengan pengurus PGRI sekaligus mewakili guru yang lainnya, agar pernyataan BPKAD kolaka di salah satu media yang membuat guru -guru merasa resah dan gelisah, untuk sekiranya di klarifikasi maksud dari pernyataan itu” Tuturnya

Lanjutnya, Sebelum surat tersebut di layangkan dirinya terlebih dahulu memperlihatkan isi surat kepada ketua PGRI yang juga merupakan kadis pendidikan kolaka, “ dan itu sangat direspon, namun surat tersebut hanya di tujukan ke sekda selaku pembina Aparatur sipil negara” jelas nawir

Sementara itu marwan kepala sekolah SMAN 1 Wundulako menyayangkan pernyataan tersebut yang tidak seharusnya di lontarkan, “ dan untuk itu perlu di sikapi dan di tindak lanjuti agar ada pembelajaran sehingga tidak ada lagi bahasa bahasa seperti itu, serta kepala BPKAD kolaka harus meminta maaf atas pernyataan tersebut” tegas marwan

Sementara itu di tempat terpisah Salman sya selaku ketua PGRI Kolaka saat diwawancarai mengatakan jika dirinya tidak tidak melarang setiap tindakan yang akan di lakukan oleh guru, “ namun jika memakai organisasi PGRI, itu harus di rapatkan dulu” katanya.

Di sisi lain dirinya juga sangat memaklumi pekerjaan yang ada di BPKAD kolaka yang memang terlihat mendesak, “ pernyataan tersebut kemungkinan keluar di karenakan faktor penekanan yang di sebabkan banyaknya permintaan yang banyak untuk di cairkan” katanya

Kontributor : Andi Hendra
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY