Mobil Bak Sampah foto : Hamdan
Mobil Bak Sampah foto : Hamdan

KOLAKA, KORAN SULTRA-Lurah Dawi-dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, terpaksa harus turun tangan untuk menindak lanjuti selisi antara pokja dan buruh sampah, senin (27/2), akibat upaya aksi mogok kerja yang dilakukan para buruh dan beberapa kepala lingkungan di kantor kelurahan.

Ketua pokja Umar, mengatakan, jumlah buruh yang terlibat mogok kerja sekitar empat orang. Sedangkan jumlah masyarakat yang perlu dilayani seluruhnya kurang lebih 20 ribu Kk.

“Rencana Aksi pemogokan ini sebenarnya disebabkan adanya kesalahpahaman mereka yang yang telat membayar gaji yang belum dibayarkan kurang lebih Rp 2 juta, pada tiga karyawan pembantu supir,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dampak aksi pemogokan itu akan menyebabkan sampah yang ada di kelurahan tersebut bertumpuk dan membusuk. Utamanya pada area pasar Dawi-dawi. Hal itu juga kata dia, dapat mencederai elektabilitas Kepala Kelurahan.

“Kehidupan mereka bersumber dari sampah. Mereka memperoleh uang dari hasil penjualan sampah yang dipungut selama ini. lantas apa jadinya jika mereka sudah tidak bekerja lagi, mau makan apa keluarga mereka,” tutur Lahi, salah seorang warga Dawi-dawi.

Salah satu supir petugas sampah Tamrin mengatakan, dirinya hanya ingin mempertanyakan gajinya yang sudah dua bulan belum dibayarkan hingga saat ini kenapa hingga hari ini gajinya yang sudah menjelang 2 bulan belum juga terbayarkan”. Pasalnya, gajinya perbulan sebesar 2,1 juta rupiah tapi untuk beli sembako dan kebutuhan rumah saja tidak ada. Keluhnya (19/02)

Hal senada juga dikatakan Syarifuddin, selaku petugas sampah yang bertugas selama -+2 Thn, dirinya baru kali ini merasakan gajinya terlambat, itupun tgl 10 maret sudah genap 2 bulan. Imbuhnya

Sebagai wakil ketua Pokja, H. Umar muenimpali, sebenarnya yang menhjadi kendala disini, karena mereka ini menuntut gaji mereka yang dari bulan lalu agar diselesaikan, kalau tidak mereka akan mogok kerja”. Cemasnya

Usai mendengarkan keluhan petugas sampah, Lurah dawi-dawi, M. Yusri angkat bicara seraya membenarkan adanya kemoloran gaji dari petugas sampah, yang ia baru dengarnya dari awak media. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa di tolerir lagi, karena berbicara soal gaji itu erat kaitannya dengan perut seseorang. Namun yang jadi persoalan di sini karena hal tersebut telah ditangani oleh Pokja. Ungkapnya

Lanjut Yusri, menengahi persoalan antara Pokja dan petugas sampah, yang saya ingin tahu pada intinya, gaji mereka agar secapatnya di selesaikan, usahakan di manapun kalian dapatkan, kalau tidak saya harus menyurat tebusan ke camat bahwa pengelolaan tersebut tidak bwrhasil. Tegasnya

“Selanjutnya perbaiki management kasnya agar tidak kelabakan nantinya seperti saat ini. Kemudian soal rencana mogok kerja itu jangan sampai terjadilah, karena kita sendiri yang akan kena dampaknya apalagi ini soal sampah khususnya di pasar dawi-dawi, sedikit saja diabaikan pasti akan membusuk. Himbaunya pada ketua Pokja dan petugas sampah.

Kontributor : Hamdan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY