Ijasa palsu

LASUSUA, KORAN SULTRA– Seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tolala Kecamatan Tolala Kabupaten Ko laka Utara (Kolut), di duga menggunakan Ijasah palsu selama tiga tahun menjabat.

Hal tersebut terungkap berdasarkan laporan mantan Kepala Desa Tolala Mastur, yang menemukan ijasah anggota BPD tersebut atas nama Al-haq, telah memalsukan ijasah paket C berserta tanda tangan yang tertera di ijasah tersebut.

“Pada waktu dia mendaftar jadi anggota BPD, saya curiga dengan ijasahnya makanya saya mengambil satu lembar ijasah anggota BPD ini,“ ungkap Mastur, Sabtu (3/6/2107).

Setelah kami telusuri, Kata Mastur, dan mempertanyakan terkait identitas ijasah oknum BPD tersebut ke Dispora di Kabupaten Luwu Timur Sulsel, pihak dispora tersebut mengaku tidak perna melegalisir ataupun menandatangani ijasah tersebut.

“Yang bertandatangan di ijasah tersebut mantan Sekdispora Luwu timur atas nama Amirullah Rasyid S.Pd, setelah kami ketemu mantan Sekdisnya, ternyata Sekdis tersebut kaget tanda tangannya telah dipalsukan,“ bebernya.

Surat Pernyataan Dok: Koran Sultra

Setelah itu, Lanjut Mastur, kami kembali mendatangi sekolah tempat dimana anggota BPD tersebut mengambil Ijasah Paket C, yang berada di kecamatan Mangkutana Kabupaten Lutim, setelah kami pertanyakan kepada kepsek Margalembo perihal ijasah tersebut, Kepsek tersebut juga mengaku tidak perna mengeluarkan ijasah paket C pada tahun 2007, dan ijasah tersebut tidak sesuai dengan format ijasah yang ada di sekolah ini.

“Kami sudah ketemu, dan Kepseknya juga mengaku tidak perna megeluarkan ijasah paket C,“ katanya.
Makanya, Tambah Mastur, setelah mendapatkan laporan terkait ijasah yang digunakan oleh oknum BPD tersebut, pihak Kepsek membuat surat keterangan yang menyatakan bahwa pihaknya tidak perna mengeluarkan ijasah paket C pada tahun 2007 di PKBM Nurul Imam Desa Margalembo Kec. Mangkutana Kab. Lutim.

“Peryataan pengelola PKBM sudah ada tertera di belakang ijasah tersebut atas nama Eko Raharjo, SE,“ ungkapnya.
Terkait persolan ijasah palsu tersebut, Kata Mastur, kami sudah melaporkan kepada pihak kepolisian untuk segera ditangani.

“Kami sudah melapor, dan pihak kepolisian memberikan jangka selama dua hari kepada oknum BPD tersebut, dan kalaupun terbukti pihak kepolisian akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam pembuatan ijasah palsu tersebut,“ tutupnya.

Kontributor : Fyan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY