Raha, Koran Sultra- Ketua tim Serapan Gabah Petani (sergap) dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat (MABES TNI-AD), kunjungi bulog di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu, (10/5).

Ketua Sergap, Brigjen Rahmat Pribadi hadir bersama Konel Rahman Sad yang didampingi Mayor inf, Suharjani Dwi Siswanto sebagai Kodim 1416 Muna.

Kunjungan kerja(Kunker) tersebut, dihadiri oleh, Ir. Malik Ditu wakil Bupati Muna, termaksud perwakilan pemerintah Kab. Muna Barat (Mubar)dan Buton Utara (Butur).

Brigjen Rahmat Pribadi, saat meninjau langsung gudang bulong mengatakan
kansilog Muna khususnya untuk Pertahunnya ditargetkan dapat menyerap 1. 500 ton gabah di Kabupaten Muna.

“produksi beras di Muna tidak produktif, makanya bulog hadirkan beras dari kabupaten lain, “pungkas

Program ini sudah dua tahun berjalan dengan pihak kementerian Pertanian, dalam rangka pendampingan Petani dengan penyuluh, turun kelapangan dan memonitoring seluruh daerah

” sebetulnya masyarakat kalau lebih giat atau kemudian ada percetakan sawah baru, itu bisa bekerja sama dengan bulog dan tentunya bulog transparan harga Rp. 3. 700,kilo, “papar.

Kata Rahmat, setelah habis diskusi bersama wakil bupati Muna, akan kembali rapat untuk melakasana sosialisai ditingkat petani.

“melihat kondisi minimya beras di Kabupaten Muna, yang pertama kami rekomendasinya perlu sosialisasi kembali dimasyarakat bahwa terutama tentang harga gabah kering dan penambahan cetak sawah,”imbuhnya.

Wakil Bupati Muna, Ir. Malik Ditu, Msi, mengatakan,kami segera melakukan tingkat sosialisasi kepada para petani hingga pemerintah setempat.

“tentunya diprogramkan cetak sawah kembali untuk meningkatkan gabah padi di Muna, “bebernya.

Slamet sebagai Kansilog Muna, pihaknya telah melakukan sosialisasi harga di petani, satu kilo gabah kering Rp. 3700 kalau harga beras kilo Rp. 7. 300 sampai digudang.

“mungkin saja terlalu rendah harga bulog sehinga masyarakat tidak setuju,sementara kita mengikut harga dari pemerintah, “ujarnya.

“kalau wakil bupati menabah cetak sawah saya kira itu lebih bagus agar beras dalam daerah tidak keluar, dan kami tidak mengambil beras dari daerah luar,itu sebenarnya intinya, “katanya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY