wabub konse DR. H. Arsalim arifin SE., M.Si (tengah) saat berfose bersama guru dan siswa-siswi di konsel Foto: Kasran

ANDOOLO, KORANSULTRA.COM – Wakil Bupati Konsel DR. H. Arsalim Arifin, SE.,M.Si didampingi sekretaris daerah (Sekda) Ir. H. Sjarif Sajang, M.Si, serta para kepala SKPD lingkup pemda konsel, Camat, dan para kepala sekolah SD, SMP, KUPT dan PAUD dalam kegiatan rapat teknis dinas pendidikan dan kebudayaan, yang berlangsung di balai pertemuan kecamatan wolasi, Rabu (20/9).

Rapat kali itu yang di pimpin langsung Wabub konsel Arsalim Arifin meliputi 5 kecamatan di konsel diantaranya, kecamatan wolasi, konda, ranomeeto, ranomeeto barat, dan motaha.

Dalam rapat tersebut, Wabub konsel Arsalim Arifin mengatakan, kegiatan ini merupakan kali kedua rapat teknis yang sebelumnya telah diadakan di kecamatan tinanggea. Kata Arsalim, misi pemerinyah 5 tahun ke depan adalah di bidang pendidikan dan salah satunya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di mulai dari aspek kesehatan, kualitas para ASN utamanya Guru, dan memastikan program setiap anan wajib belajar 9 tahun. Hal itu akan selaras dengan peningkatan atau penambahan insfrastruktur ruang kelas yang akan menunjang mutuh pendidikan dan itu sesuai dengan rencana pembangunam jangka menengah daerah (RPJMD) sampai tahun 2021.

“Kita imbauh kepada seluruh hadirin peserta rapat, untuk mengajukan permasalahan yang di hadapi saat ini, serta usulan-usulan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan juga rencana kegiatan perencanaan untuk anggaran tahun depan,” ucapnya.

Lebih jauh Arsalim mengatakan, salah satu program prioritas Pemda di tahun 2018, pertama adalah meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan kita, dengan cara ini setiap Guru dilatih dan ditingkatkan kualitas ilmu dan cara mengajarnya agar memiliki kompetensi dan keahlian di bidangnya masing-masing, serta meningkatkan sarana pendukung mengajar sekolahnya yang lengkap dan moderen, olehnya itu akan dianggarkan untuk para guru melakukan study banding ke sekolah-sekolah unggulan atau keluar negeri tapi tentunya melalui seleksi dengan berbagai tahapan yang ketat untuk bisa ikut study banding agar hasilnya bisa diterapkan di sekolahnya masing-masing.

“Kedepannya konsel harus ada sekolah unggulan yang memiliki guru handal dengan sistem belajar mengajar modern yang berbasis komputer dan website serta penggunaan LCD Projector bukan lagi di papan tulis,” ujarnya

Ditambahkanya, untuk mempertahankan WTP yang sebelumnya 14 tahun lamanya belum pernah kita raih predikat tersebut, dan salah satu indikatornya ada di Diknas melalui sistem penganggaranya contoh pengadaan aset dengan menggunakan dana BOS seperti pembelian flashdisc, komputer, kursi dan sebagainya, yang mana tahun 2018 nanti Tim dari BPK akan fokus melakukan pemeriksaan dilingkup Diknas mulai dari PAUD hingga tingkat SMP.

“Kalau ada yang rusak disimpan sebagai bukti jangan di bawah di rumah, kita jangam maen-maen dengan Aset, jika WTP lepas maka sanksi menanti,” katanya.

Kedepananya mengenai surat pertanggung jawaban ( SPJ ) penggunaan dana Biaya Operasional sekolah (BOS) tersebut, agar mulai saat ini segera membuat laporannya dan ketika membelanjakan uang tersebut hari itu juga langsung buat rekapan laporannya, agar ketika di minta pertanggung jawabannya tidak kalang kabut hingga membuat laporan fiktif, yang pada intinya harus tertib administrasi. Kemudian kita akan upayakan sekolah di Konsel masuk program Wiyata Mandala, yang mana lingkungan sekolah berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan sesuai status institusionalisasinya yakni melaksanakan proses belajar mengajar dengan melakukan pembinaan dan pengenalan lingkungan sekolah untuk tercapai tujuan pendidikan yang di harapkan untuk masa depan siswa tersebut

“jadi belajar tidak mesti di dalam ruangan kelas, di taman sekolah pun bisa, sehingga siswa tidak cepat merasa bosan dan gampang menerima materi pelajaran dari gurunya,” jelas Arsalim.

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY