Tampak wakil bupati kolaka Muh.Jayadi Dan Camat Toari Sabaruddin sedang menikmati wisata pantai toari kolaka

Kolaka, Koran Sultra – Tak hanya di objek wisata lainya yang di padati para pengunjung, di pesisir pantai daerah desa toari kolaka kecamatan toari kabupaten kolaka juga di serbu para pengunjung pada sabtu akhir pekan kemarin.

Wakil bupati kolaka Muh Jayadin beserta keluarga juga sempat menyempatkan diri berkunjung ke wisata pantai desa toari kolaka, sambil bersantap ria bersama Camat Sabaruddin dan para kepala desa lainnya yang ada ditempat wisata dan serta aparat desa lainya yang kemudian berlanjut ke gusung pasir putih yang mana gundukan pasir putih yang ada ditengah lautan muara desa Toari kolaka dengan menggunakan perahu mesin ketintin milik salah satu nelayan yang ada di pantai,

Menurut wakil bupati kolaka dan juga mantan karyawan PT.Antam ini, bahwa pesisir pantai desa toari ini sangat berpotensi untuk lokasi wisata ,hanya saja pepohonan masih kurang dan perlu di tanami lagi agar kedepannya akan lebih sejuk dan nyama serta hijau nampaknya,” kami berharap supaya pemerintah desa toari kolaka ini terus membenahi lokasi wisata yang ada di pantai ini, karena ini adalah aset desa yang luar biasa yang masih jarang di miliki desa desa lainnya yang ada diwilayah kolaka ini,terutama diwilayah kecamatan toari ini, apalagi dengan adanya gusung pasir putih yang hanya di tempuh kurang lebih 1 menit saja dengan menggunakan perahu dari bibir pesisir pantai toari ini ” tuturnya sambil menikmati angin segar pantai toari.

Sabaruddin camat toari menanggapi ungkapan wakil bupati kolaka, dirinya mengaku kalau seminggu sekali turun ke lokasi pantai toari ini untuk membersihkan dan membenahi serta mengajak para kepala desa lainya untuk bersama- sama bergotong royong dalam pembersihan pantai toari diwilayah,” sebagai pemerintah kecamatan, kami telah mengusulkan bantuan di dinas pariwisata kolaka untuk pembuatan 4 ( empat ) rumah adat yang akan rencananya itu di bangun di lokasi wisata toari kolaka ini, yakni pembutan rumah rumah adat suku seperti rumah adat suku moronene, rumah adat suku tolaki,rumah adat suku bugis dan rumah adat suku jawa,hal ini kami usulkan karena memang ketiga suku ini yang dominan mendiami kecamatan toari” katanya sambil mendampimgi wakil bupati kolaka dalam wisata.

Nasar kepala desa toari kolaka kepada wartawan mengungkap besar harapannya agar kedepan wisata pantai toari kolaka ini bisa menjadi salah satu aset wisata yang ada di kabupaten kolaka ini dan akan di kenal dan terdaftar pada wisata tingkat nasional nantinya,'” kami sebagai pemerintah desa toari sudah membuat planing kedepannya supaya lebih berperan penuh lagi untuk menggenjot wisata ini agar kedepan akan menganggarkan pembangunan dalam wisata ini, hanya saja untuk sementara ini kami menganggarkan lebih dahulu pembangunan yang menjadi skala prioritas untuk di masyarakat desa toari kolaka” ungkapnya dalam harapannya

Kontributor : Asri Joni
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY