ilustrasi
ilustrasi

Unaaha, Koran Sultra – Lokasi pembangunan pusat Industri di kecamatan Bondoala di Soal warga Bondoala, Pasalnya sertifikat hak milik warga yang seharusnya di pecah oleh pihak perusahaan yang sebelumnya dikuasai oleh perusahaan KPP (Konawe Putra Propertindo) hingga kini belum juga terealisasi.

Akibatnya warga kecamatan Bondoala harus menelan pil kekecewaan saat berurusan dengan salah satu perusahaan yang melakukan aktivitas di Kecamatan Bondoala.
Pihak perusahaan hingga saat ini belum juga menyerahkan sertifikat milik warga.

Hal ini diungkapkan salah seorang warga (Rahman) yang mengklaim kepemilikan sertifikat yang dipegang oleh pihak perusahaan tak kunjung diserahkan kepada masyarakat.

Rahman yang ditemui sabtu, 29/3 di Kecamatan Bondoala membeberkan bahwa warga pemilik sertifikat telah berulangkali menemui pihak perusahaan bahkan telah terjadi beberapa kali pemblokiran jalan akibat perusahaan dinilai tidak peduli dengan keluhan warga dan terkesan hanya memberi janji-janji “sudah berapakali kita ke perusahaan ke kota sudah dua kali dan disini berulangkali bahkan dipalang” katanya.

Rahman mengungkapkan bahwa tanah yang memiliki sertifikat atas dirinya yang dijual kepada perusahaan hanya seluas 30 Meter dan sertifikat kini dalam penguasaan pihak perusahaan “ yang habis dijual hanya seluas 30 meter sisanya mau dipecah dan perusahaan diambil saja sertifikat kita ” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan kepala Desa Laosu Jaya “ Pihak perusahaan hanya menerima kita tapi tidak pernah ada realisasi” katanya.

Dirinya berharap pihak perusahaan dapat sesegera mungkin menyelesaikan masalah pemecahan sertifikat dan menyerahkan kepada warga agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain. “

Kontributor : Rahmat
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY