Kolaka, Koran Sultra – Pungutan parkir yang ada di pasar raya mekongga kolaka di keluhkan pembeli yang bakal berbelanja, pasalnya masyarakat tidak memahami jenis pungutan yang di lakukan oleh oknum pereman tersebut.

Ibu neni, saat di temui pelataran pasar raya mekonnga sabtu ( 1/7 ) mengatakan dirinya sangat bingung dengan pungutan yang di lakukan oleh oknum yang berbaju preman, soalnya mereka melakukan penagihan parkir tanpa menyediakan tempat parkir meskipun hanya sekedar mengambil barang belanjaan di depan toko, dan ketika ingin pulang tiba – tiba muncul seorang berbaju preman meminta uang parkir tanpa memberikan karcisnya, keluhnya

” saya bingung sebenarnya pungutan yang di lakukan oknum berbaju preman itu, untuk apa, katanya parkir, tapi meskipun kita tidak parkir tetap di mintai uang sebesar Rp. 2.000 ketika ingin keluar, mana tidak di berikan kupon lagi” jelasnya

Sementara itu ketua LSM Umum Perisai kab. Kolaka mengatakan, jika apa yang di keluhkan oleh warga atau pembeli terhadap pu gutan parkir yang ada di area pasar raya mekongga, merupakan hal yang wajar pasalnya, selain tidak menyediakan tempat khusus juga memakai oknum premen.tegasnya

Dirinya juga sangat menyayangkan penagihan distribusi parkir yang ada di pasar kolaka di lakukan tanpa ada wadah maupun tempat khusus yang di sediakan oleh pemerintah, adapun yang melakukan penagihan parkir itu terdiri dua kelompok, satu di lakukan oleh pegawai honorer dispenda dan yamg satunya dari preman.

Untuk itu dirinya meminta kepada pihak kejaksaan kolaka untuk melakukan pemeriksaan terkait legalitas dan tata cara pungutan parkir yang di lakukan di pasar raya mekongga kolaka yang di duga tidak sesuai prosedur, yang mana pengendara ada yang tidak di berikan karcis retribusi, dan dinas pendapatan daerah selaku pengelolah pasar dalam hal ini yang harus bertanggun jawab.tegasnya

Kontributor : A.Hendra
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY