Rabat yang diprotes warga Foto: Andi Hendra

RUMBIA, KORAN SULTRA.COM– Puluhan warga desa Tikonu, kecamatan Wundulako memprotes dan menghentikan proyek pembangunan jalan rabat beton sepanjang 200 meter yang di kerjakan oleh Cv Tuara Utama. Proyek Puluhan juta rupiah tersebut bersumber dari dana APBD Kabupaten Kolaka tahun anggaran 2017 melalui Dinas Perkebunan dan Pertenakan, yang terletak di dusun empat desa Tikonu yang merupakan jalan usaha tani.

Protes warga disebabkan pihak kontraktor tidak melakukan pekerjaan dengan baik dan terkesan dikerjakan asal-asalan sebab, baru dua pekan dikerja kondisi rabat beton sudah mulai rusak.

Akibatnya amarah warga desa Tikonu yang mayoritas petani tak terbendung sehingga Senin kemarin (31/07/2017) puluhan warga menghentikan proyek APBD tersebut.

Warga Tikonu Edi Saputra mengatakan dirinya bersama petani yang melewati jalur rabat beton sudah berulangkali menegur pihak pekerja, namun teguran itu tidak di indahkan ” Dari awal dimulainya pekerjaan, kami sudah sampaikan kalau ini proyek harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya, tetapi nyatanya hasil pekerjaannya sangat buruk. Jadi kami sepakat menghentikan proyek tersebut,” katanya.

Menurut Edi campuran material yang dibuat oleh pekerja tidak sesuai dengan aturan sebab, campur semen dan pasir tidak diaduk secara merata dengan air sehingga rabat beton mudah retak, apalagi ketebalan rabat sangat tipis ada yang hanya 1 centi meter (cm) yang seharusnya 10 Cm berdasarkan dengan gambar ” Masa campuran semennya hanya disiram air secukupnya baru digosok, gimana mau tahan kalau seperti itu,” katanya.

Hal senada dikatakan Nando seharusnya proyek rabat harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya, apa lagi petani setiap hari melewati jalanan tersebut ” Coba kita lihat baru dua minggu dikerja rabatnya sudah banyak yang retak, bahkan material pasirnya sudah mulai terhambur. Pihak kontraktor jangan coba main-main dengan kami, kalau mau cari untung jangan disini,” katanya.

Untuk itu, mereka berharap pihak terkait dapat meninjau langsung proyek tersebut, dan secepatnya melakukan perbaikan jika tidak petani mengancam akan membongkar proyek tersebut “Kalau memang pihak kontraktor tidak mau membenahi seperti apa yang kita harapkan, terpaksa kita akan bongkar saja,” katanya.

Menanggapi protes warganya Kades Tikonu Indrawan Abbas akan memanggil pihak kontraktor dan meminta alasan mengapa proyek tersebut tidak diterima oleh masyarakat ” Kita akan panggil kontraktornya agar secepatnya dapat diselesaikan sesuai keinginan masyarakat sehingga gesekan dapat dihindari,” katanya.

Sementara itu kepala tukang Yusuf mengaku akan segera membenahi semua sesuai permintaan petani. “Semuanya kita akan benahi,” terangnya.

Pantauan media ini, kondisi rabat beton sangat memprihatinkan wajar saja jika petani memprotes proyek tersebut.

Kontributor : Andi Hendra
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY