Aswan (tengah) bersama puluhan massa Aksi dari KPPM-Konsel saat menggelar demontrasi di depan kantor bupati konsel (23/16) kemarin. Foto: kasran
Aswan (tengah) bersama puluhan massa Aksi dari KPPM-Konsel saat menggelar demontrasi di depan kantor bupati konsel (23/16) kemarin. Foto: kasran

Andoolo, Koran Sultra – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam koalisi pemuda pelajar mahasiswa konawe selatan (KPPM-Konsel) jum’at kemarin (23/16) mendatangi kantor bupati konawe selatan (konsel) menuntut agar Plt Kadis penddidikan dan kebudayaan kabupaten konsel Dr.Busnawir .M,Si agar di copot dari jabatannya karena di anggap telah menyalahi peraturan perundang-undangan RI No. 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional sebagaimana yang tertuang dalam pasal 1 ayat 1.

Menurut massa aksi. Aswan makaruru mengatakan, plt kadis Dikbub (diduga) telah melakukan korforasi dengan pihak kontraktor terkait dana alokasi khudus (DAK) tahun 2016, yang sementara dalam juknisnya pihak pelaksanaan kegiatan adalah kepala sekolah sendiri (sewakelolah) namun, kenyataanya di lapangan telah di pihak ketigakan.

” Busnawir ini juga yang kami ketahui dia belum pernah menduduki jabatan eselon di birokrasi pemerintahan sebagai jabatan struktural dari fungsional, sekarang tiba-tiba menduduki jabatan eselon 2 sebagi plt kadis dikbud. Kemudian dia belum mengantongi izin dari DIKTI mengenai legalitasnya,” Orasi demonstran

Tidak hanya itu, dalam orasinya didepan kantor bupati konsel. Aswan makaruru selaku jendral lapangan aksi mengungkapkan, penggunaan dana BOS (Bantuan oprasional sekolah) telah di pelopori seorang pimpinan dinas Pendidikan dan kebudayaan yakni; Dr. Busnawir .M,si bersama sekdisnya Magu dan kasubag kepegawaianya Suparlan untuk menginstuksikan kepada para kepala sekolah di tingkat sekolah dasar (SD), SMP,dan SMA/SMK mengenai pembelian WEBSITE sebesar Rp. 3.850.000.00 (Di luar pajak) dari seorang rekanan bernama Bayu untuk 202 sekolah se- kabupaten konsel

” Bukan itu saja, pengadaan buku tulis Al’quraan di tingkat sekolah dasar yang tidak di alokasikan dananya dari BOS. Namun lagi-lagi di lapangan plt. Kadis dikbud merekomendasikan sebuah perusahaan (Yudistira) agar mendistribusikan buku tersebut ke sekolah-sekolah,” teriak aswan (23/16) kemarin.

Massa juga menggelar aksi di depan kantor dinas pendidikan dan kebudayaan konsel dengan mencoret-coret kantor. Foto: kasran
Massa juga menggelar aksi di depan kantor dinas pendidikan dan kebudayaan konsel dengan mencoret-coret kantor. Foto: kasran

Menanggapi hal tersebut, sekda konsel Ir.Drs.Sjarif sajang M.si saat menerima perwakilan massa aksi di ruang kerjanya mengungkapkan, masukan dari massa aksi akan di laporkan kepada bupati konsel, apalagi terkait dengan adanya tuntutan penyelewengan BOS dan lainya.

Kemudian nantinya lanjut, Sjarif, di lembaga pemerintahan ada inspektorat yang memiliki tugas sebagai lembaga pembinaan dan pengawasan untuk mencek dan memelajari lagsung juknisnya sepertia apa yang di DAK dan BOS baru hasilnya akan di laporkan nanti.

“saya juga suda pernah juga menerima surat dari Ombusman yang juga mempertanyakan pemembelian WEBSITE. Jika nantinya terbukti apa yang di suarahkan massa aksi dari mahasiswa ini, saya selaku ketua baperjakat akan menidak tegas sesuai tahapan-tahapan sanksi yang ada dalam pemerintahan,” terangnya.

Sementara itu, Plt kadis dikbud Dr.Busnawir, M.Si saat di konfirmasi wartawan koran ini pada (22/16) baru-baru ini mengatakan, bahwasanya dia tidak tau menau mengenai pembelian WEBSITE yang sekarang ini menyeret namanya di hapan publik, namun ada yang aneh dari seorang pimpinan di satu lembaga pemerintahan yang di pimpinya tidak mengetahui segala sesuatunya yang terjadi menyangkut kebijakan pimpinanya, nah mengenai kebijakan semuah berada pada pucuk pimpinan.

Kontributor : Kasran
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here