Ilustrasi
Ilustrasi

LASUSUA, KORAN SULTRA-Brigadir Mobil(Brimob) BKO Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara baru-baru ini menciduk empat orang preman yang diduga pelaku kejahatan di Kolut.

Empat orang preman itu, ditangkap dijalan Tras sulawesi, Desa Purau, Kecamatan Ngapa, Kolut karena membawah perlengkapan senjata tajam (Sajam), didalam mobil Dauble cabin yang diduga milik salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Kolut.

Kapolsek Ngapa Ipda Brian Wicaksono Sik yang dikonfirmasi melalui via telpon selulernya membenarkan, kejadian tersebut. Kata dia, empat orang yang diduga preman itu, saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polsekta Ngapa, beserta barang buktinya berupa sajam dan satu unit kendaraan roda empat jenis daubel cabin.

”Empat pelaku sudah kami tahan beserta satu unit mobil jenis dauble cabin yang saat ini terparkir dikantor Polsek Ngapa,” ujar Brian Wicaksono Sabtu (04/02).

Sayangnya, Kapolsek ini tidak menjelaskan secara perinci terkait kasus penangkapan tersebut. Bahkan ia tidak mengundang awak media untuk memberikan informasi yang lebih lengkap di Polsek Ngapa.

Menurut saksi mata AM warga Desa Purau yang ditemui media ini menjelaskan, Penangkapan tersebut ia perkirakan pada Sabtu malam sekitar Pukul 24.00 Wita. Saat itu Pelaku yang parkir kendaraannya di pinggir Jalan raya kemudian tiba-tiba Anggota Brimob Datang dan menangkap Pelaku tersebut.

“Saat itu saya lewat ada kendaraan Bouble Cabin, dengan mengenakan stiker salah Satu Paslon Bupati Kolut yang terparkir dipinggir jalan,” katnya AM.

AM mengatakan, karena kejadian tersebut, membuat sejumlah masyarakat berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan penangkapan empat orang pelaku yang ditangkap karena memegang sembila parang.

”Kami lihat emapat Pelaku yang masing-masing berinisial, MR, BH, PK, dan UD. Ke emapa pelaku tersebut merupakan warga asal kabupaten Bone, Sulawesi Selatan,” ungkapnya AM.

Dijelaskannya, pihaknya sudah menduga dari awal. Jika empat orang tersebut, sering melakukan tindak kejahatan berupa, intimidasi dan teror terhadap paslon lain.

”Karena mereka itu, sering lewat dan singgah disalah satu rumah warga di Desa Purau. Dan malam itu informasinya mereka bakal melakukan teror di Desa Purau. Dibagasi Mobil mereka juga banyak Sajam seperti Parang dan Keris,” katanya.

Ia meminta Kapolda Sulawesi Tenggara, untuk mengamankan Kabupaten Kolaka Utara, karena hampir semua desa banyak Kendaraan Roda Dua dan Roda empat yang lalu lalang sampai subuh dan suara kendaraanya bising mengganggu warga yang akan istrahat.

”Kami juga meminta Dandrem Sultra Untuk menurunkan Personil TNI untuk menurunkan personil di Kolut. Karena Kolut sudah mencekam dan masyarakat menjadi ketakutan pagi dan malam hari untuk keluar rumah. pintanya.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here