Wakil Bupati konsel H.Arsalim ketika menemui massa aksi Foto: Ran
Wakil Bupati konsel H.Arsalim ketika menemui massa aksi Foto: Ran

ANDOLO, KORAN SULTRA-Ribuan massa yang mengatasnamakan dari Aliansi masyarakat peduli lingkugan (AMPL), Mendatangi Rumah jabatan Bupati (Rujab) Konawe Selatan (Konsel), untuk menyuarakan tuntutanya terhadap tindakan arogansi yang dilakukan PT Cipta Agung Manis (CAM) yang berlokasi di Desa Wunduwatu, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konsel.

Kordinator Aksi Purnomo mengatakan, awalnya pihak perusahaan PT CAM, berada di konsel pada tahun 2013 yang kini telah memiliki tempat pengolahan (Pabrik). Setelah berjalanya waktu perusahaan mengiming-imingi masyarakat dengan program plasma, dengan penanaman Ubi kayu (singkong gaja) yang kemudian akan dibeli hasil Ubi kayu masyarakat sesuai standard maksimal yang sebelumnya telah di sepakati antara perusahaan dan masyarakat.

Namun, rupanya perusahaan tersebut telah mengingkari kesepakatan. Perusahaan justru membeli dengan harga murah pada petani.

“Bukan itu saja pihak perusahaan telah melakukan penyerobotan lahan dan juga memamfaatkan jalan umum untuk kepentigan pengangkutan bahan baku pabrik. Ini sudah jelas pelanggaran,” ungkapnya, selasa (21/2/17).

Purnomo menambahkan, diketahui juga PT.CAM selamah ini dalam menjalankan kegiatan produksinya belum mempunyai Amdal,SKKL, dan izin lingkungan dari badan lingkungan hidup (BLH) yang sifatnya wajib dimiliki setiap perusahaan.

Sementara itu Wakil Bupati konsel H.Arsalim ketika menemui massa aksi mengatakan, pemerintah sangat pekah terhadap adua-aduan masyarakat sehingga pihaknya akan membentuk satu Tim untuk melakukan invesrigasi di PT.CAM, bahkan dirinya tidak segan-segan memanggil pihak perusahaan untuk duduk bersama masyarakat, pihak perusahaan dan pemerintah untuk membahas bersama apa yang menjadi tuntutan warga.

“Menyangkut amdal kami akan sesegera mungkin membentuk Tim, yang nantinya akan mengecek langsung di lapangan untuk memastikan apakah memang belum memiliki amdalnya atau bagaimna,” katanya.

Menyangkut tanaman ubi kayu (singkong gaja) yang katanya belum di bayarkan oleh perusahaan pihaknya akan mempertanyakan ke perusahaan dengan mamfasilitasi masyarakat atau perwakilan untuk besama-sama PT.CAM untuk membahasnya.

“Untuk fasilitas umum seperti jalan usaha tani yang kabarnya di gunakan oleh PT CAM kita juga akan mengeceknya dengan bersama Tim,” tuturnya.

Dalam waktu dekat ini kami akan komunikasikan dengan pihak PT.CAM mengenai adanya tuntutan masyarakat terkait penyerobotan lahan.

“Saya kira perusahaan pasti jeli juga dalam pembelian lahan warga yang harus berlandaskan hak, mugkin saja ada Oknum yang bermai, inilah yang kita akan cek bersama Tim dari sekda, pemerintahan,BPN dan BLH,” tambahnya.

Kontributor : Ran
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here