
TIRAWUTA, KORAN SULTRA– Ratusan guru yang tergabung dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) demo DPRD Koltim, Kamis (24/2).
Kepala Bidang Dikdasmen Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Koltim Siti Madina mengungkapkan, PGRI beserta Dikmudora melaksanakan aksi tersebut akibat adanya salah seorang anggota DPRD Koltim yang dianggap telah melecehkan profesi guru.
”Dia (Tajuddin), itu Wakil Ketua DPRD Koltim telah melecehkan profesi guru. Dia membentak salah seorang kepala sekolah. Lalu supirnya ikutan menarik kerak baju Kepala sekolah kami, lalu mendorongnya. Penghinaan seperti ini membuat kami tidak terima,” ujar Sitti Madina.
Dijelaskannya, berawal kejadiannya itu, salah seorang Kepala Sekolah SD I Iwoikondo Kecamatan Loea Rasmun, mengeluarkan kebijakan dengan cara tidak memberikan jam mengajar pada dua orang guru tidak tetap (GTT) di SD Iwoikondo.

”Seharusnya selaku wakil rakyat, Tajuddin terlebih dahulu bertemu dengan kami selaku pihak Diknas. Jangan asal mengambil tindakan saja. Jelas-jelas sudah ada Pepres yang mengatur. Jika disuatu sekolah rombongan belajarnya hanya enam dan tidak paralel, itu jumlah gurunya hanya sembilan saja. Kita melihat efektipitas dan efisiensinya,” jelas Madina.
Hal itulah kata Madinah yang dilakukan oleh kepsek tersebut. Sebenarnya lanjut Madina, Kepala sekolah telah diberikan tanggung jawab penuh untuk memenets sekolahnya, untuk bisa memperlancar tugas-tugasnya.
Sayangnya, saat PGRI demo satupun Anggota DPRD tidak berada di kantor. Bahkan, Sekwan yang biasanya menerima massa akisi ikutan hilang. ”Ini yng membuat kami kecewa karena satupun dari anggota DPRD tidak ada di tempat,” ujarnya.
Ketua PGRI Koltim Agustinus Sidupa mengatakan, kedatangan sejumlah guru di DPRD menuntut wakil Ketua DPRD agar meminta maaf pada guru yang telah ia lecehkan.

”Kami minta supaya dia minta maaf. Baik melalui secara langsung, maupun melalui media. Kalo dia tidak melakukan, kami bakal menurunkan aksi yang lebih besar lagi,” kata Agustinus.
Sementara itu Sekretaris Dewan (Sekwan) Abdul Gani Jamal yang di konfirmasi lewat via telpon mengakui jika satu orang pun anggota DPRD tidak berada di kantor. Sebab, semua dalam tugas daerah.
”Memang tidak ada anggota DPRD, karena semua pada tugas di luar daerah. Ada yang ke Ueesi Musrembang kecamatan, ada yang ke Kendari konsultasi masalah Agobisnis. Sedangkan saya, Ketua DPRD serta Wakil ketua I sedang di Jakarta konsultasi terkait masalah momen klatur yang baru,” katanya.
Ditanya keberadaan wakil ketua II Tajuddin, Abdul Gani menjawab, sedang berada di Makasar. ”Dia sementara mendapingi istrinya yang sedang sakit,” katanya.




