[caption id="attachment_10774" align="aligncenter" width="1024"] ”Maaf ya, jangan melintasi garis polisi line, agar rekonstruksi berjalan dengan baik,” kata Kapolres Kolut Bambang Satriawan, pada sejumlah awak media. Foto : Israil Yanas[/caption]

Laporan : Israil Yanas

LASUSUA, KORANSULTRA.COM – Kepolisian Resort (Polres) Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), akhinya melakukan rekonstruksi, kasus penikaman yang menghilangkan nyawa Ketua DPRD Kolut Musakkir Sarira, yang dilakukan tak lain istri tercinta Andi Erni Astuti (AEA).

Rekonstruksi yang berlangsung, Rabu (25/10/2017) pagi tadi, dilakukan sebayak 22 adegan, hingga adegan tragis penikaman tepat di adegan ke 7. Rekontruksi tersebut diadakan secara tertutup.

Sekitar pukul 10.00 wita iringan mobil memasuki lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Keluarga tersangka kebingungan, mobil mana yang ditumpangi tersangka AEA, ternyata tersangka diangkut dengan menggunakan mobil Avanza, bukan mobil tahanan kejaksaan.

Awak media pun berlarian mengejar tersangka untuk pengambilan gambar, namun tersangka begitu cepat masuk kedalam rumah jabatan Ketua DPRD dijalan Trans sulawesi Desa Tojabi, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara, yang telah dijaga ketat oleh personil polisi dengan bersenjata lengkap.

Penjagaan ketat polisi juga dilakukan dipintu masuk, dengan memasang brigade barisan personil polisi lengkap dengan pentungannya.

”Maaf ya, jangan melintasi garis polisi line, agar rekonstruksi berjalan dengan baik,” ujar Kapolres Kolut Bambang Satriawan, pada sejumlah awak media.

Dari pantauan Koran Sultra, ada lima orang yang sempat ikut masuk kedalam rumah korban. Kelima orang tersebut mengenakan atribut dileher berwarna kuning dengan tulisan ‘Saksi’, mereka masuk secara bergiliran.

Petugas kepolisian, tidak memberikan kesempatan pada awak media untuk melakukan pengambilan gambar tersangka. Sehingga membuat sejumlah awak media harus kecewa.

Tersangaka terkesan ditutupi oleh kepolisian. Sebab, datang dan pulangnya tersangka sangat cepat.

Tidak heran, Keluarga korban sangat kecewa dengan rekonstruksi yang dilakukan kepolisian dengan cara tertutup ini.

Mereka menilai rekonstruksi yang dilaksanakan Polres Kolut tidak seperti Rekonstruksi yang dilakukan Polres Lain.

“Rekayasa apa lagi yang dilakukan Polres Kolut terhadap almarhum Ketua DPRD Musakkir Sarira, untuk pembenaran tersangka (AEA) yang tidak lain istri ketiga almarhum sendiri,” ungkap Eda dilokasi rekonstruksi dengan nada heran.

Sementara anak almarhum histeris melihat ibu nya (AEA) masuk dan meninggalkan rumah tanpa memperhatikan dirinya.

“Ibu jangan pergi, ibu Lady takut ditinggalkan,” begitu teriakan anak kedua almarhum Lady dari tiga bersaudara.

Sampai saat ini motif pembunuhan Ketua DPRD Musakkir Sarira, masih simpan siur di masyarakat.

Kasat Reskrim Kolut AKP Muh Salman mengatakan, Rekonstruksi sudah selesai dan melibatkan 5 saksi, yang disaksisak dari pihak kejaksaan Kolut dan Kuasa Hukum tersangka.

“Rekonstruksi tersangka AEA melakukan 22 adegan dan diadegan ke- 7 tersangka menikam korban, motifnya dari pengakuan tersangka yang tertuang dalam BAP, keduanya cekcok karena urusan rumah tangga. Lalu diberi masukan oleh AEA, namun tidak diterima korban hingga AEA ini terpancing emosi. Jadi motifnya lebih jelasnya nanti akan dikemukakan di persidangan,” ungkap Salman.

[caption id="attachment_10775" align="aligncenter" width="1023"] Rekonstruksi Pembunuhan Ketua DPRD Kolut Tertutup, Warga pada Penasaran. Foto: Israil Yanas[/caption]

Sementara Kuasa Hukum Aliansi Perempuan Sulawesi Tengara (Alpen) Nur Lely Sihotang SH, bungkam saat ditanya awak media tentang pernyataannya dibeberapa media, bahwa tersangka tidak ada percekcokan dan penikaman hanyalah spontanitas unsur ketidak sengajaan karena almarhum sering bercanda kepada tersangka.

”Tersangka saat itu menayakan ke korban, kenapa teman-temannya tidak datang lagi kerumah, sehingga almarhum keluar kamar. Tidak lama kemudian tersangka menidurkan anaknya dan mematikan lampu. Tersangka terbangun karena mendengar pintu seperti digedor-gedor dan mengambil pisau buah yang saat itu berada dalam kamar. Saat tersangka melihat bayangan menuju kepada dirinya secara spontanitas menusuk perut bayangan tersebut. Tetapi, bayangan tersebut terjatuh dan tersangka melihat ternyata suaminya sendiri sudah bersimbah darah. (Apami kalau begini, kita sering sekali bercanda),” jelas dia sembari meniru alunan kata tersangka.

Untuk pembelaan tersangka 6 Kuasa Hukum dari Alpen akan mendampingi tersangka sampai kasus pembunuhan Ketua DPRD Kolut Musakkir Sarira selesai.

Kakak almarhum Haidirman, yang ditemui awak media geram dengan rekonstruksi yang digelar leh kepolisian. Apa lagi melihat komentar dibeberapa media online yang menyudutkan almarhum.

“Sejak awal sebelum dan sesudah menjabat sebagai Ketua DPRD Kolut, almarhum sudah sering mendapat kekerasan dari tersangka, hanya almarhum ini orangnya penyabar dan sudah tering diancam dibunuh oleh tersangka,” ujar Haidirman.

Almarhum ini pernah dipukuli dengan mertua dan iparnya dan itu nanti kami dengar nanti dari cerita orang lain, sementara kalau almarhum ditanya dia diam saja. teman teman DiDPRD itu banyak tau sifat tersangka, malah pernah almarhum saat dikantor DPRD dihantam asbak rokok dikepalanya hingga terluka dengan tersangka. ujarnya

“Saya sudah sering mengingatkan kepada almarhum tinggalkan saja istrimu sebelum kamu dibunuh, tetapi dia bilang kasihan anak-anakku, apa sekarang kan istrinya sendiri yang membunuhnya,” ujar Haidirman dengan menEteskan airmata.

Almarhum dikenal sangat keras saat berdiskusi dan sering marah, namun dia orangnya cepat melupakan persoalan.

“Kasihan Almarhum hidupnya tidak pernah bahagia, sementara orang-orang tau diluar mereka sangat bahagia, Almarhum dan tersangka ini, belum genap sebulan dari menunaikan haji,” terangnya.

Terkadang Almarhum akan berangkat keluar daerah dipaksa agar diikutkan mertuanya oleh tersangka, padahal almarhum perjalanan dinas tetapi almarhum tidak pernah keberatan, almarhim dan tersangka sering bertengkar apakah dimall, dijalan maupun dikantor DPRD. pernah sekali waktu tersangka berteriak-berteriak dijalan dan melaporkan almarhum kepolisi. ungkapnya

“Seandainya tersangka ini menyayangi anaknya tidak mungkin dia membunuh suaminya, sementara almarhum tidak melawan dan dengan sengaja masih menyembunyikan perbuatan tersangka,” ungkapnya

Menurut cerita anggota dewan Lainnya, Almarhum ini berubah derastis saat pulang dari haji, dia kebanyakan bercerita akhirat dan baik kesemua teman-temannya, pernah almarhum menerima pendemo dan mengatakan dunia ini hanyalah panggung sandiwara dan mari kita mempererat silahturahmi. ternyata itulah tanda-tanda almarhum akan meninggalkan dunia yang fana ini.

”Kami dari pihak keluarga seandainya bisa tersangka dikenakan hukuman seumur hidup itulah yang kami harapkan dan meminta Pihak pemda untuk memecat tersangka sari PNS,” ucapnya.(***)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY