Kepala BNNP Sultra Bambang Priyambadha, (Foto/Dadang Purnoto

KENDARI, Koran Sultra – Kepala BNNP Sulawesi Tenggra (Sultra), Bambang Priyambadha menyatakan peredaran Narkotika dilakukan berbagai modus. Mulai mengandalkan teknologi canggih yang didukung oleh jaringan organisasi yang luas dan hal tersebut sudah banyak menimbulkan korban terutama generasi muda sebagai penerus bangsa.

“BNN Sultra merupakan perpanjangan tangan dari BNN Republik Indonesia yang bertugas yang bertugas melaksanakan pemerintahan dibidang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” kata Kepala BNNP Sultra, Bambang Priyambadha saat menggelar press conference, Jumat (22/12/2017).

IKLAN KPU

Ia menambahkan, modus penyeludupan narkoba di Sultra pada tahun 2017 semakin bervariasi dan semakin berani diantaranya ditempelkan dibagian tubuh. Bahkan pelaku juga tidak segan – segan menyimpan obat – obat tersebut didalam anggota tubuh.

“Perlu diketahui juga bahwa sampai dengan tahun ini,terdapat 800 jenis New Psychoactive Substance (NPS) beredar didunia, 68 NPS ditemukan di Indonesia. 60 NPS sudah diatur dalam undang – undang sedangkan 8 lainnya belum diatur,” kata Bambang P.

Untuk membantu mensosialisasikan bahaya penggunaan Narkoba, BNNP Sultra membentuk relawan anti narkoba sebanyak 267 orang yang tersebar diberbagai instansi, baik pemerintah atau swasta, lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

“Sedangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat dikemas dalam bentuk penyuluhan sebanyak 135 kegiatan dan melibatkan 17.614 orang yang bertujuan untuk meningkatkan potensi diri sehingga lebih produktif dan diharapkan mampu mengubah daerah rawan narkoba menjadi kondusif,” pungkas Bambang P.

Kontributor : Dadang Purnoto

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here