Para Mahasiswa HIPPMA Dan Masyarakat Melakukan Demo Didepan Halaman Kantor Besar PT. DJL.  foto Asri Joni

Kolaka, Koran Sultra – Hanya selang sehari, Janji para Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kolaka Selatan (HIPPMA) bersama sejumlah elemen masyarakat di penuhi, sebelumnya puluhan mahasiswa berunjuk rasa menuntut agar PT. DJL bertanggung jawab terhadap musibah banjir yang dialami warga di tiga Desa setempat, dalam orasinya ini mahasiswa berjanji akan kembali berunjuk rasa bersama masyarakat apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Merasa tuntutan mereka sebelumnya tidak mendapat respon, tak tanggung – tanggung para mahasiswa kembali berunjuk rasa bersama masyarakat lainnya di dua Kecamatan, mereka melakukan Demo besar besaran dipelataran halaman kantor PT. DJL Kolaka Tani, Selasa 16/01.

Unjuk rasa mahasiswa HIPPMA ini bersama masyarakat dari Kecamatan Tanggetada dan Kecamatan Polinggona yang terkena dampak banjir diduga akibat ulah pihak PT. DJL kolaka Tani yang beroperasi di hulu sungai Popalia dan Wolulu dan mengakibatkan puluhan rumah warga serta harta benda warga terendam banjir.

Ketua Pengurus HIPPMA Kolaka Selatan Ramadan mengatakan dalam orasinya meminta pihak PT. DJL Kolaka Tani agar beritikad baik terhadap para warga yang terkena dampak banjir beberapa waktu yang lalu. 

“kami minta kepada pihak PT. DJL ini agar kiranya dapat memberikan kompensasi terhadap warga di tiga desa yang rumahnya tenggelam akibat banjir, sebab itu sudah tertuang dalam undang undang,” katanya.

Para Mahasiswa HIPPMA Dan Masyarakat Melakukan Demo Didepan Halaman Kantor Besar PT. DJL.  foto Asri Joni

Jadi harapan kami selaku mendampingi warga yang terkena dampak banjir ini akibat ulah PT. DJL, seharusnya pihak PT. DJL ini mengambil langkah langkah untuk mengantisipasi agar tidak terjadi banjir lagi yang bertambah parah, salah satunya menggali sungai dari atas sampai kemuara sungai lalu membuatkan bronjong dan melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terkena dampak banjir ini guna memberikan kompesasi kepada masyarakat yang dirugikan serta CSR agar di alokasikan atau dijalankan sesuai regulasinya yang berlaku,dan saya juga mencurigai PT. DJL kolaka tani ini tidak mengantongi Amdal, Beber Ramadan saat pertemua diaula kantor besar PT. DJL.Kolaka Tani.

Namun dalam pertemuan antara pihak PT. DJL dan para mahasiswa serta masyarakat tak menemui titik terang sehingga pihak mahasiswa HIPPMA dan masyarakat pulang dan mengancam akan melakukan demo besar besaran di gedung DPRD Kolaka pada hari senin, 22/01 nanti. 

“Kami akan melakukan Demo besar besaran nanti di gedung DPRD kabupaten Kolaka perihal tuntutan masyarakat dalam dampak banjir akibat ulah PT. DJL kolaka Tani, dan kalaupun pihak DPRD bersifat apatis tidak memberikan solusi cerdas dalam tuntutan kami bersama masyarakat,  maka kami bersama masyarakat akan memboikot truk truk kendaraan pengangkut minyak milik PT. DJL yang melintas di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada”. Ungkapnya. 

Bukan itu saja, kami juga akan menduduki gedung DPRD Kolaka sampai pihak DPRD tuntutan kami di indahkan,” sebab kami sudah menempuh langkah langkah secara persuasif kepada pihak PT. DJL namun semua itu tidak di indahkan,jadi jangan salahkan kami dan masyarakat bila mana kami memboikot jalan serta kendaraan milik PT. DJL” Tutur Ramadan kepada koran sultra. 

Ditempat yang berbeda Agus Tp Butar Butar sebagai Pimpro PT. DJL mengatakan, untuk menanggapi tuntutan teman teman mahasiswa dan masyarakat di dua kecamatan ini kami akan menindak lanjutinya, hanya saja alat berat kami sangatlah terbatas disebabkan alat berat kami ini masih neanggulangi jalan jalan yang putus di perusahaan ini, ucap Agus.

“kami tetap akan menindak lanjuti tentang tuntutan mahasiswa dan masyarakat yang terkena dampak banjir yang baru baru ini, “hanya saja kendalanya alat yang kami ounya sangat terbatas, dan tentang kompesasi itu kita akan berkoordinasi dulu dengan pihak pemerintah kecamatan dan desa,pasalanya sawit yang kami olah ini adalah milik masyarakat juga jadi jalauoun kami melakukan kompesasi terhadap madyarakat yang artinya maka berkurang lagi pembagian hasil sawit tersevu bagi milik masyarakat. Ungkapnya. 

Jadi untuk menanggapi tuntutan mahasiswa dan masyarakat itu kami juga masih menunggu dari pimpinan yang di kandir sebab kami disini bukanlah penentu kebijakan, kami hanyalah pekerja juga, dan semua tuntutan mahasiswa dan masyarakat sudah kami laporkan kepada pimpinan yang paling tertinggi di kendari tinggal kita menunggu saja hasil dari pimpinan yang tertinggi di kandir kebdari tutur Agus Tp Butar Butar Pada Koran Sultra.

Dalam demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sesuai tuntutan hak haknya di depan kantor besar PT. DJL kolaka Tani nampak puluhan dari kepolisian Polsek sektor Watubangga dan sektor Pomalaa yang melakukan pengamanan.

KONTRIBUTOR : ASRI JONI

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here