Kendari, Koran Sultra – Belasan masyarakat yang mengatasnamakan diri Jaringan analisis kebijakan Sulawesi Tenggara berunjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara pada Rabu 09/05.

Dalam orasinya Jefri Rembasa selaku Korlap aksi demo menyoal dugaan penyalahgunaan wewenang atas surat Kep. No. 1.a/januari 2018 terkait dengan mutasi dan pengangkatan plt kepala sekolah se sultra.

Dikatakannya, salah satu pelaksana tugas SMA Negeri 1 Konawe yaitu Juniadin, S.Pd, M.Pd yang merupakan guru SMAN 1 wonggeduku namun di angkat menjadi Kepsek SMAN 1 Konawe, ” hal ini terindikasi tidak prosedural, berdasarkan surat no 824 / 742 perihal perpindahan / mutasi guru dan kepala sekolah SMU/ SMK oleh Dr. H. Lukman abunawas. SH. M. Si per tanggal 9 februari 2018 bahwa surat keputusan diknas provinsi sultra no 01.a tahun 2018 per tanggal 3 januari 2018 di nyatakan tdk berlaku / gugur dengan sendirinya yang di tembuskan kepada PJ gubebrnur Sulawesi tenggara, kepala cabang Dinas kab/kota se sultra masing masing sebagai laporan” Ungkap Pendemo.

” kami meminta agar kepala dinas pendidikan dan kebudayaan prov sultra untuk segera mengembalikan para kepala sekolah SMA / SMK yang telah di mutasi, di non aktifkan atau di berhentikan secara sepihak se sultra” tegasnya.

Selain tuntutan itu para pengunjuk rasa juga meminta kepada Pj. Gubernur Sultra, Pj. Sekda Sultra untuk segera mencopot kepala dinas pendidikan dan kebudayaan prov sultra Drs. Damsid dari jabatannya karena terbukti telah membuat kebijakan sendiri yang bertentangan per undang undangan yang berlaku, orasinya.

Tanggapan mantan ketua HMI cab sultra pada priode 2014- 2017 LA SONGO selaku Jendral lapangan juga menyikapi persoalan ini dengan tegas ” Apa yang dilakukan oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi sulawesi tenggara ( Drs. Damsid .M. si ) merupakan pelanggaran serius, dan hal tersebut kami selaku penggiat kebijakan akan merencanakan melaporkan kepada Mapolda Sultra” Katanya

KONTRIBUTOR : RIZAL ASNANDAR

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here