Ilustrasi.net

Baubau, Koransultra.com – Seorang Satpol-PP wanita di lingkup pemerintah Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara inisial J (34) mengaku telah dihamili oleh salah seorang tenaga honorer bagian protokoler Pemda Busel inisial H.

Ia mengaku hamil dua bulan setelah menjalani hubungan selama setahun, bersama seorang pria yang ia kenal lewat facebook.

Keakraban terjalin hingga keduanya kemudian menjalin hubungan asmara meski belum pernah bertemu sebelumnya.

Setelah lama menjalin hubungan, mereka akhirnya memutuskan untuk bertemu.

Saat bertemu di suatu tempat pelaku H memaksa korban untuk berhubungan badan. Namun J menolak dengan alasan H sudah memiliki Istri dan dua orang anak. H berdalih jika ia sudah lama pisah, setelah melakukan nikah siri dengan Ibu dari dua orang anaknya itu.

Sayangnya J masih tidak mempercayai perkataan H, jika ia sudah lama pisah ranjang dengan istrinya.

“Dari awal saya sudah menolak, karena saya mengetahui jika H itu sudah memiliki istri dan dua orang anak. Tetapi dia masih saja memaksa saya dengan alasan ia sudah lama berpisah dengan istrinya,” ujar J pada Koran Sultra.

H yang saat ini masih berstatus suami sah itu, akhirnya mencoba merayu dengan paksaan sedikit. Yang pada akhirnya keduanya memutuskan untuk bercinta.

“Saya mulai mengenalnya sejak tahun 2017 lalu. Terakhir kami bertemu dan berhubungan layaknya suami istri itu di bulan Juli tahun ini. Saya sudah memberitahu H tentang kondisi saya saat ini yang telah hamil dua bulan,” jelas Satpol-PP wanita itu.

IKLAN KPU

Dikatakan J pihaknya terpaksa membongkar aib nya itu, sebab H yang ia beritahu sama sekali tidak memiliki niat baik untuk mengatasi maslah tersebut.

“Padahal saya sudah sampaikan dari awal, supaya keluarga saya tidak mengetahui hal tersebut. Namun, sedikitpun tidak ada inisiatif baiknya,” terang J pada Jurnalis Koran Sultra di Baubau.

Dilanjutkannya, H sempat menyuruhnya untuk melakukan aborsi. Namun ia menolak cara tersebut.

“Saya tolak dan tidak mau dengan cara itu. H kemudian menanyakan berapa uang yang saya butuhkan agar mau menggugurkan kandungan saya. Karena saya pikir dia akan memberikan saya uang sehingga saya terima tawarannya untuk menggugurkan kandungan ini,” ujar wanita asal Kota Baubau itu.

J pun dijanjikan bakal diberi dana pada H dengan durasi waktu satu minggu kesempatan untuk mencari dana biaya aborsi. Namun sayangnya, lagi-lagi praja wanita itu kena tipu. Hingga saat ini dana yang dijanjikan H tak kunjung tiba.

H yang dikonfirmasi terkait hal tersebut membatah, tudingan J terhadapnya.

“Kami melakukan hubungan intim tidak ada paksaan dan penolakan secara sepihak. Maaf pak saya tidak mau diganggu dengan urusan seperti ini,” tulis ujar H pada Koran Sultra.

Dikatakannya, jika J mengenalnya pada tahun lalu, mengapa tidak tahu lalu juga ia diadukan.

“Kenapa J tidak mengadukan saya dari tahun 2017. Kenapa baru sekarang terjadi pengaduan, apakah ini tidak ganjil,” tulis H melalui pesan singkatnya.

Hingga saat ini J masih menunggu kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, jika H tidak menyelesaikan secara kekeluargaan, pihak keluarga J bakal melaporkan kasus tersebut pada kepolisian.

Kontributor : Muhlis
Editor ; Dek

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here