Kasipidsus Kejari Konsel, Enjang Slamet, saat menitipkan kedua tersangka korupsi dana PPIP ke Rutan dan Lapas Kendari, Kamis (22/11/18). Foto: Kasran.S

Andoolo, Koransultra.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe Selatan (Konsel), resmi menahan dua orang dugaan Korupsi dana Program Infrastruktur Pedesaan (PPIP) tahun anggaran 2013 lalu.

Penahanan keduanya dilakukan Kejari setelah resmi menerima pelimpahan berkas perkara pelaku, dari penyidik Tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Konsel, pada Kamis (22/11/18).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konsel, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus), Enjang Slamet SH, mengatakan berkas perkara kedua tersangka dinyatakan lengkap P-21 dari Penyidik Polres Konsel, beserta barang buktinya yang diserahkan langsung kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Konsel.

“Memang benar, hari ini kita telah menerima penyerahan dua tersangka Korupsi PPIP diantaranya, OS (31) yang merupakan bendahara dari Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) dan AN (34) selaku Ketua OMS Desa Rambu-rambu, Kecamatan Laeya. Serta barang bukti berupa dokumen dan surat-surat dari penyidik Tipikor Polres Konsel. Karena perkara tersebut sudah P-21, maka kita langsung melakukan penahanan,” ungkap Kasipidsus, Enjang Slamet, pada Koran Sultra.

IKLAN KPU
Kasipidsus Kejari Konsel, Enjang Slamet, saat menitipkan kedua tersangka korupsi dana PPIP ke Rutan dan Lapas Kendari, Kamis (22/11/18). Foto: Kasran.S

Dikatakannya, OMS merupakan organisasi masyarakat yang dibentuk melalui musyawarah desa, dengan tujuan dapat mengelolah kegiatan PIPP yang anggarannya bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam kasus tersebut terdapat kerugian negara senilai Rp170.666.00, yang merupakan bantuan dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Kedua tersangka kita sangkakan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) subsidaer pasal 3 JO. Pasal 18 UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi JO. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” jelasnya.

Kedua tersangka untuk sementara akan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan), dan Lapas Kendari, selama 20 hari kedepan sambil menunggu persidangan. Untuk tersangka AN dititip di Rutan, sementara OS dititip di Lapas blok perempuan.

Kontributor : Kasran

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here