Kapolres Muna saat meminta keterangan terhadap korban perampokan Foto: Bensar

Raha, Koransultra.com – Istri mantan anggota DPRD Muna Hamida (50), di Jalan Gatot subroto, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu dirampok, Rabu 28 November 2018 malam.

Perampokan yang terjadi pukul 03.00 Wita itu mengakibatkan kerugian sekitar Rp120 juta uang tunai yang diambil dari dalam lemari untuk disetor pada distributor.

Sebelum uangnya dibawa lari, Hamida beserta dua orang anaknya disekap perampok yang diperkirakan satu orang. Bahkan sebelumnya perampok menodongkan pisau sebelum membekap Hamida beserta anaknya.

Kedua anak Hamida yang juga disekap perampok yakni, Hamida dan Wahid. Perampokan terjadi saat suami hamida berada diluar kota.

IKLAN KPU

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga membenarkan peristiwa perampokan yang dialami istri Harimini (49) mantan anggota legislatif Muna. Kapolres Muna yang tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung membuat tim khusus guna mengungkap pelaku perampokan yang dialami istri mantan anggota DPRD Muna itu.

“Pelaku masuk ke dalam rumah mengenakan topeng dan kos tangan, kemudian mengancam korban dengan cara menodongkan pisau di leher korban hingga mengakibatkan luka goresan pada leher korban,” terang AKBP Agung Ramos, di lokasi kejadian, Kamis 29 November 2018.

Dikatakan Kapolres, saat berinteraksi pelaku mengenakan bahasa daerah muna. ”Mereka menggunakan bahasa daerah muna dalam berinteraksi,” jelas Agung, pada Koran Sultra.

Akibat isnsiden tersebut Polres Muna langsung membuat tim khusus guna mengungkap pelaku perampokan.

Mantan anggota DPRD Muna Harimini(49)

Korban perampokan istri mantan anggota DPRD Hamidah mengatakan, jika pelaku naik diatas ranjang, lalu menodong korban mengunakan pisau.

“Dia ancam saya akan dibunuh. Sehinga anak saya Anisa(14) yang tidur bersama saya, langsung bergegas mengambil kunci membuka lemari dan meberikan uang, padahal uang tersebut untuk pembayaran kedistributor,” ujar pemilik Koperasi Bimasakti di Muna ini.

Dijelaskannya, di dalam rumahnya hanya bertiga, sedangkan suaminya berada diluar kota. “Yang sekap saya satu orang, pelaku itu setelah keluar langsung mengunci kamar keluarga sehinga kami tidak bisa keluar kamar,” ungkapnya.

Harimini(49) suami korba yang baru saja tiba di kediamannya itu merasa aneh. ”Anehnya, kejadian ini nanti saya berada diluar kota. Selain istri saya disekap, anak kedua bungsu Wahid (13) itu diikat dikamar mandi. Sebelumnya anak saya tidur didepan tivi. Alahmdullilah tidak ada korban kekerasan,” terangnya.

Pantauan Korna Sultra, Dihalaman rumah korban terpantau cctv. Berdasrkan kronologis, pelaku masuk melewati jendela mengunakan tangga.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here