Dapat Adipura, Sampah masih Berserahkan di Kolut

Lasusua, Koransultra.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), kembali menyabet prestasi sebagai kota kecil terbersih. Hal itu terbukti dengan diraihnya penghargaan Adipura untuk ke lima kalinya.

Namun, prestasi kolut yang disematkan sebagai kota kecil yang bersih, berbanding terbalik dengan gambaran dilapangan. Pasalnya, masih ada beberapa titik vital yang dipenuhi sampah.

Contohnya saja di taman hutan kota yang berada dekat perkantoran Pemda Kolut. Dari hasil pantauan koransultra.com, lingkungan tersebut terkesan tidak terawat dan kotor. Terlihat tumpukan sampah yang sudah beberapa hari belum diangkut, hal ini menjadikan panorama taman tidak sedap dipandang mata ditambah dengan rumput yang tumbuh subuh didalam taman. Padahal, taman tersebut dulunya merupakan tempat yang indah dan asri.

Dapat Adipura, Sampah masih Berserahkan di Kolut

“Dulu disini tempatnya bagus, biasa orang banyak berkunjung, hanya sekarang kotor banyak sampahnya, makanya orang malas datang,” kata salah satu warga Lasusua, Rida, Senin (15/1).

Bukan disitu saja, hal serupa juga terjadi di pelabuhan penyeberangan Feri di Desa Katoi, Kecamatan Katoi, Kolut. Sampah yang berserakan dijalan menjadi fenomena yang biasa bagi warga setempat. Terkadang, warga mengeluhkan lambangnya penanganan dari instansi terkait.

“Kadang sampai beberapa hari baru datang diangkut. Alasan mereka karena tidak ada solar,” ujar salah satu pegawai Dishub, Arif.

Dapat Adipura, Sampah masih Berserahkan di Kolut

Ketua Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolut, Nasrullah Amri mengaku masih bingung dengan indikator penilaian tentang kebersihan yang tak sejalan dengan fakta dilapangan.

“Kalau kita mau jujur, mungkin pada saat penilaian dibawa ketempat yang bersih,” ungkapnya.

Menurut dia, Pemda Kolut belum sepenuhnya memiliki progres kedepan dalam menangani persoalan sampah ini. Hal itu terlihat dengan masih kurangnya fasilitas-fasilitas pendukung dalam pengelolaan sampah.

“Kita bisa akui kalau Pemda memiliki keterbatasan disisi anggaran dan fasilitas. Namun itu tidak serta dijadikan alasan untuk tidak membangun program-program yang sifatnya fundamental,” ujarnya.

Namun, kata dia, pihaknya tetap mengapresiasi keberhasilan pemda dalam mempertahankan penghargaan Adipura ini.

“Saya hanya berharap keterlibatan dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam menjaga kebersihan,” tutupnya.

Sebelumnya, Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Drs. Ramang Baba menjelaskan, penghargaan tersebut atas keberhasilan Pemkab Kolut terkait kebersihan kota, terminal, pelabuhan hingga jalan-jalan utama termasuk pasar dan hutan kota setempat. Begitu pula dengan penilaian terkait Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang Iayak hingga RS dan Puskesmas.

Kontributor : Fyank

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here