Makassar, Koransultra.com – Pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Makassar- Palu gagal melanjutkan penerbangannya ke Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu setelah mengudara selama 45 menit dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Penerbangan yang mencekam tersebut membuat sejumlah penumpang terpaksa harus membatalkan penerbangannya menuju Kota Palu, Sulawesi Utara, Selasa (12/02/2019) malam pukul 22.20.

Dalam penerbangan Normal, waktu tempuh pesawat rute Makassar – Palu hanya membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Sedangkan pada penerbangan pesawat tersebut telah mengudara selama 45 menit.

Pesawat jenis Boeing 737 900 ER dengan nomor penerbangan JT 0780 berpenumpang ratusan orang dengan tujuan Palu sejak mulai take off sudah menunjukkan gejala yang membuat takut para penumpang.

Pasalnya, selain cuaca buruk, bunyi mesin pesawat terdengar tidak seperti biasanya.

Hal tersebut diakui sejumlah penumpang Pesawat Lion JT 0780 seperti yang dikutip dari laman portalsulawesi, yang juga ikut dalam pesawat menuju palu.

Diungkapkannya, suasana mencekam terjadi saat salah satu Pilot burung besi milik maskapai penerbangan Lion Air memberitahukan pada penumpang, terkait posisi pesawat yang harus balik kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar karena persoalan tehnis.

“Mohon maaf para penumpang yang terhormat. Kita terpaksa harus balik kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Ini dikarenakan kita mengalami gangguan tehnis,” ujar Pilot Pesawat Lion Air Boeing 737 900 -JT 0780 dari balik ruang kendali pesawat.

Tiba di bandara Sultan Hasanuddin Makassar, petugas maskapai penerbangan Lion Air langsung mengevakuasi para penumpang ke pesawat pengganti.

Semua pihak dari management Lion Air di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menolak memberikan penjelasan terkait batalnya penerbangan JT 0780 ke Palu.

Supervisor costumer service Lion Air di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Arfan, menolak untuk memberikan keterangan.

”Maaf mas, bukan kewenangan saya. Ada humas Lion Air yang bisa memberikan keterangan,” katanya.

Sedikitnya ada 7 penumpang yang memilih menunda atau membatalkan penerbangan lanjutan pada malam itu.

Sebagian lainnya meneruskan penerbangan setelah pihak maskapai mengganti pesawat untuk diterbangkan ke Bandara Mutiara Sis Al Jufrie Palu.

Salah seorang penumpang asal Bali, Om Piang Darma Susila (49) mengatakan, dirinya mengalami beberapa kali kekecewaan dalam penerbangannya dari Bali menuju Palu.

Pasalnya, ia dan keluarganya harus rela rugi uang tiket yang hangus akibat ditinggal pesawat.

”Saya rugi Rp15 juta untuk beli tiket kembali agar dapat melanjutkan penerbangan ke Palu. Kami ketinggalan pesawat akibat tidak adanya pemberitahuan pihak Lion saat pesawat mau berangkat. Padahal kami sudah menunggu lama di Gate yang ditentukan, ” ujarnya.

Demikian pula Arief penumpang transit pesawat Lion Air asal Surabaya yang rencananya mengakhiri penerbangannya di Bandara Tanjung Api Ampana.

Dirinya memilih menunda (rechedule) penebangan pasca insiden kerusakan tehnis diudara malam tadi.

Tehnisi PLTU Sabo tersebut mengakui dirinya masih trauma untuk melanjutkan penerbangan Kepalu memakai pesawat Lion,dirinya memilih melanjutkan penerbangan besok pagi dengan pesawat Batik Air.

”Saya sempat curiga dengan kondisi pesawat saat take off, bunyi mesin pesawat semacam ada gangguan serius (trible),saya melihat kondisi pesawat tidak bisa terbang tinggi sejak terbang meninggalkan bandara,” jelasnya.

Hartadi salah satu penumpang Pesawat yang memilih menunda penerbangan tampak trauma dengan kondisi pesawat saat itu. Dirinya mengaku sangat trauma dengan kondisi pesawat saat di udara tadi.

“Saya trauma, jantungku langsung sakit akibat stres mikir penerbangan tadi. Saya memilih tunda penerbangan sampai besok. Saya naik pesawat Batik Saja besok,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Morowali tersebut.

Keberanian Pilot memutuskan kembali ke bandara Sultan Hasanuddin Makassar mendapat apresiasi para penumpang pesawat. Semua penumpang menyatakan salut akan keputusan sang pilot.

”Kami salut akan keputusan berani pilot untuk balik ke makassar,padahal menurut perkiraan kami 45 menit diudara pastinya sudah nyaris sampai di Palu, pilot mengambil resiko untuk kembali ke bandara untuk alasan keselamatan,” katanya.

Kontributor: Dekrit/Portal Sulawesi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here