Ilustrasi

Tirawuta, Koransultra.com – Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Zainuddin saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Kejaksaan Negeri Kolaka atas dugaan Kasus Korupsi dana Kas Daerah tahun 2017.

Zainuddin diproses hukum karena ditemukan ada dana senilai ratusan juta, yang ia digunakan untuk kepentingan pribadi saat menjabat sebagai Kepala BPKD Koltim.

Berdasarkan hasil temuan Inspektorat Koltim, Zainuddin menggunakan dana sekitar Rp195 juta.

Inspektorat sendiri tidak mengetahui dana tersebut digunakan oleh Zainuddin untuk kepentingan apa.

“Yang jelas berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat, menemukan ada dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Zainuddin dengan nilai tersebut,” kata Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Irwan Jaya, Kamis (11/7/2019).

Dikatakan Irwan Jaya, dengan temuan itu, sehingga Inspektorat mengeluarkan rekomendasi pengembalian dana tersebut ke Kas daerah.

“Dan Pak Zainuddin telah mengembalikan dana tersebut pada tahun 2018 lalu. Saat melakukan pengembalian dana Pak Zainuddin sudah tidak menjabat sebagai Kepala BPKD,” ujarnya.

Pengembalian dana berkisar Rp195 juta yang digunakan oleh Zainuddin diakui dengan bukti setoran yang diterima pihak Inspektorat.

“Kami sudah menerima bukti pengembalian dana ke kas daerah. Yang diserahkan langsung pak Zainuddin ke kami,” ujar Irwan pada Koransultra.com.

Saat ini mantan Kepala BPKD Zainuddin telah dijebloskan ke penjara. Ironisnya, Zainuddin mencatut nama Bupati Koltim Tony Herbiansyah sebagai objek pengguna dana senilai Rp100 juta yang saat ini telah ia kembalikan. Selain nama Bupati, nama istri Bupati Koltim Surya Hutapea juga ikut ia sebut.

“Kalau bupati pinjam 100 juta. Tapi itu sudah dikembalikan ke inspektorat. Sementara istrinya 20 juta tapi belum dikembalikan,” ujar Zainuddin di Rutan Kolaka, seperti yang diberikan salah satu media online di Sultra.

Pencatutan nama Bupati Koltim akhirnya dibantah Inspektorat. Inspektorat Koltim mengatakan jika dana senilai tersebut bukan Bupati Koltim yang menggunakan ataupun meminjam.

“Sama sekali tidak betul. Karena waktu kami menerima bukti setoran dari pak Zainuddin, tidak ada dokumen atau kwitansi nama Bupati ataupun Ibu Bupati disitu. Jadi apa yang dikatakan pak Zainuddin itu tidak benar. Dana tersebut itu dipakai pak Zainuddin,” terang Irwan.

Kata Irwan, Kejaksaan sendiri membenarkan jika dana tersebut telah dikembalikan oleh Zainuddin.

Lebih lanjut Irwan mengungkapkan, jika Kejaksaan Negeri Kolaka juga meminta Inspektorat Koltim untuk melakukan perhitungan ulang atas kerugian negara yang ditimbulkan saat Zainuddin menjabat sebagai Kepala BPKD.

“Kami juga belum bisa memastikan berapa total kerugian negara. Sebab, ada indikasi dana juga digunakan oleh mantan Bendahara BPKD yaitu Basran. Makanya, kami bakal melakukan perhitungan ulang atas kerugian negara tersebut,” jelas Irwan.

Kontributor : Dekrit

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here