juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, dr La Ode Wahid Agigi, Rabu 08 April 2020 lewat rilisnya.

Raha, Koransultra.com – Setelah melakukan rapid tes testimoni Selasa 07 April 2020 terhadap 12 orang pasien Covid-19 lima orang dinyatakan positif.

Hasilnya 2 Orang Tanpa Gejala (OTG), dinyatakan 1 positif. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 6 orang dinyatakan positif 2 orang sedangkan Orang Dalam Pengawasan (ODP) 4 orang menjadi 2 orang positif.

“Benar, kita sudah lakukan pemeriksaan Rapid Tes Serologo terhadap 12 orang pasien” ujar
juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, dr La Ode Wahid Agigi, Rabu 08 April 2020 lewat rilisnya.

Menyebut, hasil tersebut belum final, masih harus dipastikan dengan pemeriksaan gold standard yakni Real-Time PCR dari sampel
swab nasoorofaring (NOF), yang akan dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Prop.Sultra yang akan ke Raha dalam waktu dekat ini.

Katanya dari sampel swab nasoorofaring (NOF) nantinya akan dikirim ke BBLK Makassar atau Balitbang Jakarta. 

Masi dia, Rapid Test Covid-19 di Muna menggunakan sampel darah vena, bukan darah dari tusuk jari (darah kapiler). Dengan metode ini diharapkan hasilnya lebih dapat dipercaya.

“Karena tidak semua OTG maupun ODP mau diperiksa Rapid Test dari  Satgas Covid-19.  Kami melakukan upaya upaya persuasif. Bila setuju, didaftar masuk dalam kelompok prioritas. Cara ini dilakukan dengan lebih berhati hati,  karena di daerah Muna penderita suspek Covid-19 dianggap Aib, padahal tidak begitu. Kelompok prioritas berikutnya telah kami daftar nama namanya untuk dilakukan test berikutnya,” tambah dr Wahid Agigi SpPD,” katanya.

Kata, dr Wahid Agigi, disampaikanya pula bahwa harapan dari Pemerintah Kabupaten Muna agar masyarakat tidak boleh panik, namun tetap waspda. Masalah pandemi Covid-19 ini adalah masalah global atau masalah seluruh dunia, bukan hanya masalahnya Kab.Muna. katanya mata rantai penularan Covid-19 ini bisa diputuskan dengan cara:

“Maksimalkan Pembatasan Sosial (Social Distancing) atau Jaga Jarak (Physical Distancing) hindari kerumunan, berkumpul, kalau harus keluar rumah mohon pakai masker (boleh masker kain, tidak harus masker bedah) dan jaga jarak 1 meter, jangan bersalaman,” ungkap

Berpesan, ber-Perilaku hidup bersih dan Sehat misalnya, Cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir/hand sanitizer, hindari mengusap muka bila tangan telah menyentuh sesuatu ditempat2 umum, makan makanan bergizi.

Bila ada keluarga dari daerah/negara terjangkit atau daerah yang melaporkan Transmisi Lokal: misalnya Makassar, Kendari, Bogor, Jakarta, Malang, Surabaya, Depok, Bandung, Bali, dll, jangan tinggal diam. Segera sarankan untuk isolasi diri di rumah sampai 14 hari setelah kedatangan dan melapor ke Tenaga Surveillance, Puskesmas terdekat atau bisa melalui telepon. 

“Bila mana ada gejala demam atau riwayat demam,  batuk, pilek, sakit menelan sesak napas hubungi dokter Puskesmas,” sampainya.

“Penyakit akibat Virus Corona(Covid-19) akan musnah bila rantai penularamnya kita hentikan bersama-sama. Karenanya Kerja Sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci agar daerah Kita ini terbebas dari jangkitan virus yang mematikan ini,” sambungnya.

Kontributor: Bensar Sulawesi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here