Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi

Kolaka, KoranSultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, menegaskan Bahwa PT. Antam Tbk UBPN Sultra, selama kurang lebih 40 tahun beroperasi di Sulawesi Tenggara belum memberikan manfaat terhadap daerah Sulawesi Tenggara.

Hal tersebut di sampaikan Gubernur Sultra Ali Mazi saat Video Confrens bersama Forkopimda yang di hadiri Kapolda, Kabinda dan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, dan bersama sesjen Wantannas, kemenkumham serta Kadis ESDM Sulawesi Tenggara dan sejumlah pihak lainnya beberapa hari yang lalu.

“PT. ANTAM Tbk UBPN Sultra ini kurang lebih 40 tahun beroperasi, manfaanya sangat nihil, Nol,” ucapnya Gubernur Sultra Ali Mazi.

Ali Mazi berharap agar pemerintah Pusat dan daerah bekerjasama dengan baik agar kebijakan dalam hal ini pengelolaan Sumber daya Alam khususnya di Bidang pertambangan dapat dirasakan manfaat sebaik- baiknya oleh masyarakat Sultra.

Saat di konfirmasi PT. ANTAM Tbk UBNP Sultra oleh awak media, Jumat (26/6/2020) dia belum memberikan klarifikasi.

Informasi yang di himpun beberapa hal permasalahan dibidang pertambangan dan tenaga kerja, rencana produksi Nikel juga di bahas pada diskusi Via Video Confrens tersebut.

Salahsatu yang menjadi fokus pembahasan tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tenggara (Sultra), Buhardiman yang terkait adanya selisih Ekspor 36 Juta ton pada tauhn 2020.

Di jelaskan berdasarkan Kuota maksimum 10.7 Juta ton pertauhn. Namum dari hilir sudah terdapat 49.7 Juta ton.

Dengan rincian PT. ANTAM Tbk UBPN Sultra kapasitas input sebesar Fe Ni 764. 224 ton biji dengan Output 25.000 ton Ni.

Sementara Itu PT. VDNI di Morosi Konawe, kapasitas input sebesar Fe Ni 10 juta ton bijih dengan kapasitas Output i Juta ton Ni.

39 Juta ton Nikel ini. Kata Plt Kadis ESDM Sulawesi Tenggara (Sultra), Buhardiman mengungkapkan, memiliki kadar di bawa 1,7 persen (%) sehingga dinilai ironi dan akan di kemanakan.

Kontributor: A. Jamal

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here