Unaaha, Koransultra.com– Jembatan gantung akses penyeberangan di desa Walay kecamatan Abuki terputus akibat diterjang banjir. Akibatnya, petani setempat kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Sultra.com jembatan dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 1,5 meter itu hanyut setelah dihantam puluhan pohon besar yang ikut terbawa banjir pada tahun 2019 silam.

Hal itu diungkapkan Abidin, Kepala desa Walay, saat ditemui dikediamannya, pohon- pohon yang tumbang tersebut terbawa banjir yang deras dan tersangkut di jembatan gantung sehingga memutuskan tali slang pengikat jembatan.
“Banyak tumpukan pohon yang tersangkut dibawah jembatan dan mengakibatkan tali jembatan terputus tidak mampu menahan dorongan pohon yang dibawa arus deras banjir ,” cerita Abidin.

Diketahui jembatan gantung tersebut dibangun pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 jembatan yang menjadi ikon desa Walay tersebut hanyut bersama puluhan pohon tumbang, jadi ada hanya satu tahun jembatan tersebut digunakan oleh warga.

Jembatan yang diresmikan oleh ketua DPRD Konawe, H. Ardin tersebut dibangun dari Dana Desa tahun 2018 sebesar 170 juta dan sudah didesain bersama-sama warga dalam rapat desa, “rusaknya jembatan itu adalah murni dari dampak alam, dan hampir bersamaan dengan ambruknya jembatan di ameroro,” terang Abidin.

Saat ini untuk menuju areal persawahan warga terpaksa naik rakit yang dibuat dari bahan seadanya, dan sebagagian warga memilih memutar di Tanggul yang berada di desa waworoda jaya kecamatan Tongauna Utara. Harapan Abidin selaku kepala desa akan kembali membangun jembatan gantung untuk kepentingan masyarakat.

“Mengingat pentingnya akses ke areal persawahan, kedepan kita akan usulkan kembali pembangunan jembatan tersebut,” tutupnya.

Laporan : Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here