Kadis Diknas Konawe

Unaaha, Koransultra.com – Setelah beredarnya Vidio seorang murid Sekolah Dasar Negeri 2 Tawarotebota yang dikeluarkan saat akan mengikuti ujian tryout akibat tidak vaksin, guru dan kepala sekolah akhirnya saling tuding.

Dalam Vidio yang berdurasi 95 detik terdengar jelas oknum guru tersebut mengatakan ” penegasan dari korwil yang disampaikan oleh kepala sekolah bagi yang tidak vaksin akan dikeluarkan atau tidak diikutkan tryout hari ini, ucapnya sembari merekam kearah murid peserta ujian tryout.

Saat dikonfirmasi awak media, yang bersangkutan berdalih bahwa ia merekam video tersebut karena ingin menunjukan kepada orang tua siswa tentang pelarangan siswa mengikuti ujian jika belum vaksin.

“Permintaan orang tua siswa (Intan), tapi saya tidak tau kalau video ini di upload ke media sosial,” katanya.

Bahkan dirinya menuding bahwa pihak Sekolah Dasar Negeri 2 Tawarotebota tidak pernah melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan vaksinasi anak umur 6–11 tahun.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Tawarotebota Alfrida, S.Pd mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan oleh guru ini tidak benar dan perihal siswa yang dikeluarkan saat ujian murni dilakukannya tanpa koordinasi.

” Kalau sosialisasi pak sudah kami sampaikan kepada siswa dan orang tua mereka masing-masing secara door to door, buktinya dari 44 jumlah siswa kami tinggal 4 orang yang belum di vaksin salah satunya merupakan anak guru ini,” jelas Alfrida saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.

Alfrida juga menyebutkan jika video yang memperlihatkan siswa tidak diperkenankan untuk ikut ujian dan disuruh untuk pulang dilakukan oleh guru tersebut merupakan inisiatifnya sendiri, tidak sepengetahuan dirinya selaku Kepala Sekolah.

Atas kegaduhan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe (Dikbud) Dr. Suriyadi. M.Pd memanggil guru, Kepala Sekolah, dan Korwil untuk dimintai klarifikasi.

” Kejadian tersebut murni kesalahpahaman dari guru dalam menerjemahkan aturan pelaksanaan vaksinasi. Olehnya kami meminta maaf jika video viral tentang siswa yang dikeluarkan saat ujian meresahkan masyarakat,” ucapnya.

Oleh karenanya, Suriyadi mengingatkan kepada oknum guru tersebut untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memojokkan pemerintah kabupaten. Apalagi jika hal itu menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Ketua PGRI Kabupaten Konawe ini menegaskan bagi siswa yang belum mengikuti vaksinasi tetap bisa mengikuti kegiatan proses belajar mengajar tetapi dengan cara daring, tidak dengan cara tatap muka.

“Setelah pelaksanaan kegiatan belajar (try out/ujian) secara tata muka dilakukan baru dilakukan pelayanan kepada siswa yang belum vaksin dan secara daring. Bisa juga langsung diantarkan soal ke rumah masing – masing. Jadi tidak mengeluarkan dari sekolah, tetapi tidak boleh ikut belajar tatap muka,” pungkasnya.

Laporan : Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here