Unaaha, Koransultra.com– Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menonaktifkan dua pejabat lingkup Pemda Konawe yang terlibat politik praktis dan sempat membuat heboh media sosial beberapa hari lalu.

Dua oknum ASN yang dimaksud yakni, Faisal Taridala Kepala Dinas Kesbangpol Konawe dan Fendi, Camat Anggaberi.

Pengumuman penonaktifan tersebut dilakukan Bupati Konawe saat melakukan pelantikan pejabat tinggi Pratama di Pendopo Kantor Bupati Konawe, Selasa (27/9/22). Kepala Kesbangpol, Faisal Taridala diganti oleh Tery Indria yang sebelumnya menjabat Sekretaris Daerah Pengelola Keuangan dan Faisal Taridala di Parkir sementara di Ruang Sekretaris Daerah Konawe.

Sedangkan Camat Anggaberi, Fendi dinonaktifkan dan ditempatkan pada Ruang Sekretaris Daerah dan digantikan oleh Latif Surangga yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Konawe.

KSK dalam sambutannya menyampaikan, Pemilu serentak tahun 2024 memberikan tantangan tersendiri terhadap ASN. Selalu ada kontradiksi yang saling bertentangan antara loyalitas, dukungan dan netralitas.

“Saya harapkan jadilah pejabat yang cerdas dan loyal tanpa mengesampingkan asas netralitas ASN, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Menurutnya, pelanggan terhadap asas netralitas ASN dapat berakibat fatal bagi ASN tersebut. Oleh karena itu, pelanggar netralitas dapat dikenakan sangsi administrasi ringan, sedang maupun berat.

Kata dia, netralitas ASN ini sudah diatur dalam undang-undang nomor 5 tahun, 2014 tentang ASN, dan undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum.

Pada kesempatan itu, KSK juga melantik Busran dengan jabatan baru sebagai Kasubag Humas Dan Protokoler Setda Konawe. Busran sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Kas Daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Konawe.

Laporan : Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here