Aktivis Muda Konawe, Widodo, S.H

Unaaha, Koransultra.com – Rencana pemerintah yang bakal memberikan bansos untuk korban judi online mendapat reaksi dari sejumlah kalangan. Kali ini datang dari salah satu Aktivis Pemuda asal Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, Widodo, S.H dirinya dengan tegas menolak Rencana Kementrian Sosial Untuk pemberian Santunan Atau Modal Terhadap Para Pelaku Judi Online. Demikian disampaikannya pada awak media, Sabtu 18/06/2024.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Do ini mengatakan kondisi ekonomi bangsa saat ini sedang terpuruk semenjak memasuki Tahun 2024, ” ini Kemungkinan adanya sentimen terhadap moment politik yang baru saja dilaksanakan pada bulan februari tahun 2024 kemarin, sehingga kondisi ekonomi bangsa saat ini belum stabil, sehingga ini harus dilakukan pemulihan terhadap ekonomi bangsa saat ini” Katanya.

Jebolan sarjana hukum Universitas Sulawesi Tenggara ini menilai pelaku judi online Ini adalah perlakuan tindak pidana dan bukan kejahatan yang biasa biasa saja, ” sebab judi online ini adalah perbuatan yang menyakiti diri sendiri dalam keadaan sadar dan bukan musibah yang mesti harus di atau diberikan modal,” Pungkasnya.
Widodo menilai usul korban judi online mendapat bansos itu sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy ini merupakan hal yang keliru.
Selain itu, Pria yang akrab disapa Cak Do ini menganggap hal ini merupakan sesuatu yang konyol, katanya. “Sebab Rakyat Indonesia masih banyak yang membutuhkan bantuan itu, kok kenapa harus para pelaku Judi Online, yang sudah nyata melakukan pelanggaran terhadap diri sendiri maupun orang lain, rakyat yang tidak mampu masih banyak yang belum mendapatkan sentuhan dan membutuhkan untuk melangsungkan kehidupannya,” Sambungnya.

” Jika Kementrian Sosial, Komisi Tiga ( 3 ) DPR RI, menyepakati dan melaksanakan hal Ini, tentang pemulihan ekonomi para pelaku Judi Online, maka hal ini bukan memulihkan akan tetapi menyuburkan perjudian didalam bangsa Ini,” Kritiknya.

Dipenghujung rilisnya, Widodo kembali mengingatkan pemerintah terkait rencana pemberian bansos tersebut. ” Kami sebagai Pemuda dari Sulawesi Tenggara sangat menolak usulan tersebut, sebab Ini tidak akan memberikan efk jera akan tetapi akan menyuburkan para pelaku Judi Online, sebab mereka tidak akan takut akan tetapi Rakyat Indonesia akan berlomba Lomba melakukan Perjudian sebab mereka walaupun kalah akan tetapi ada jaminan dari Pemerintah bahwa korban judi akan diberikan modal usaha,” Pungkasnya. (Rls)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here