Unaaha, – Puluhan Tenaga Honorer lingkup Pemda Kabupaten Konawe hadir di Gedung DPRD Konawe mengadukan dugaan kecurangan saat proses seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menindaklanjuti aduan ini DPRD Konawe menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mempertemukan Pemerintah Daerah dan para tenaga honorer ini, pada Senin 06/01/2025.

RDP yang dipimpin langsung Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya memastikan pihaknya akan mengawal seluruh aspirasi para tenaga honorer ini secara transparan dan tuntas.
“Kami ada di tengah-tengah kalian. RDP ini baru awal. Kami akan mengadakan rapat lanjutan dengan pihak BKN untuk menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh,” ujarnya.
Dikatakannya, DPRD Konawe berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam proses seleksi PPPK, guna memastikan keadilan bagi seluruh tenaga honorer di Kabupaten Konawe. “Kami akan menguji semua data dan fakta di lapangan, tidak boleh ada yang dirugikan, apalagi dengan cara-cara yang melanggar aturan,” tuturnya.

Dirinya berharap, RDP ini dapat menyelesaikan persoalan PPPK dengan adil dan transparan, serta menjadi contoh dalam penegakan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Pungkasnya.
Forum Honorer Aktif (FHA) yang diwakili oleh Andriyadi dikesempatan itu mendesak pemerintah daerah agar melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh honorer yang dinyatakan lulus seleksi.
Dirinya mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam proses seleksi ini, “kami meminta agar seluruh dokumen, seperti slip gaji, absensi, dan surat keterangan, diperiksa ulang, kami yakin ini dapat mengungkap dugaan permainan oknum tertentu,” katanya.

Dalam RDP Forum Honorer Aktif mengungkap dari total 400 data yang diperiksa oleh forum, sebanyak 148 di antaranya dinyatakan (diduga) tidak memenuhi syarat (TMS), dan jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan verifikasi lebih lanjut. Ungkap mereka.
Kepala BKPSDM Suparjo, selaku Sekretaris Panitia Seleksi Daerah (Panselda) menanggapi aksi protes Forum Honorer Aktif ini mengungkapkan jika pihaknya telah melaukan proses seleksi sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Dirinya menjelaskan jika pemberkasan peserta seleksi telah diverifikasi secara transparan oleh panitia seleksi daerah dan nasional. “Seluruh berkas telah diverifikasi dan memenuhi syarat. Jika ada kekurangan, kami memberikan waktu untuk perbaikan,” pungkasnya. (ADV***)




