Konawe, Koransultra.com – Sinyal rotasi besar-besaran di tubuh birokrasi Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe makin mulai menguat. Pemerintah daerah resmi menggelar Uji Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama 2025 pada 21–23 November yang bertempat disalah satu hotel di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, sebuah langkah yang diyakini sebagai pintu masuk reshuffle pejabat eselon II.
Sebanyak 23 pejabat strategis mulai kepala dinas hingga staf ahli ikut dalam proses penilaian yang disebut menjadi acuan utama reposisi jabatan yang disinyalir bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari penataan ulang struktur daerah untuk memperkuat kinerja pembangunan dan memastikan pejabat yang duduk di kursi strategis benar-benar memenuhi standar kompetensi.
Sekretaris Daerah Konawe, Ferdinand Sapaan menegaskan uji kompetensi bukan sekadar formalitas, melainkan tes kesiapan pejabat menghadapi kebutuhan organisasi ke depan.
“Kalau teman-teman sudah bekerja dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari soal maupun penilaian. Itu poin pentingnya. Namun jika selama ini belum maksimal, mungkin akan terasa lebih berat,” katanya.
Sinyal Reshuffle: Kinerja Jadi Penentu, Bukan Kedekatan Politik
Pemkab Konawe menegaskan evaluasi dilakukan objektif dan berbasis meritokrasi. Hasil assesment akan digunakan sebagai dasar penataan organisasi, evaluasi kinerja, hingga rotasi jabatan dalam waktu dekat.
Proses seleksi melibatkan asesor profesional dengan standar penilaian berlapis dan regulasi yang berlaku. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa sejumlah posisi strategis bisa bergeser untuk memperkuat struktur mesin birokrasi.
“Uji kompetensi ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan tugas, di mana kepala daerah memiliki kewajiban untuk melihat sejauh mana kesiapan personil di bawahnya—apakah sudah bekerja intens, maksimal, dan sesuai tanggung jawab,” ujar Sekda Konawe.
Pejabat dari Dinas Vital Ikut “Seleksi UKOM”
Daftar peserta mencakup nama-nama dari perangkat daerah krusial ditandai dengan daftar hadir yang telah ditandatangani lengkap oleh pejabat dari berbagai perangkat daerah, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bappeda, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Riset Daerah, Inspektorat, Satpol PP, dan perangkat daerah lainnya.
Banyak pihak menilai hasil uji kompetensi ini akan menjadi penentu arah pemerintahan daerah hingga akhir periode, termasuk capaian program prioritas dan percepatan agenda pembangunan daerah.
Menuju Struktur Birokrasi Baru
Dengan pelaksanaan ini, Pemkab Konawe disebut tengah mempersiapkan “peta baru” jabatan eselon II yang lebih efektif, adaptif, dan sejalan dengan target pembangunan.
Tahapan assesment berlangsung hingga tiga hari dan menjadi formal start dari proses evaluasi yang diperkirakan akan berujung pada pergerakan kursi pejabat setelah hasil resmi diumumkan. (Rl/Red***)





