Laporan Sudah Berhari-Hari, Pelaku Belum Ditahan: Keluarga Korban Penganiayaan Kendari Kecewa

KENDARI, Koransultra.com – Kasus Inseden dugaan penganiayaan seorang pemuda di Kendari masih bergulir di Polsek Poasia, sejumlah saksi termasuk korban telah dilakukan pemeriksaan. Satu orang terduga pelaku telah teridentifikasi, namun sayangnya keluarga korban mengaku agak kecewa terkait lambannya penanganan kasus ini dimana belum ada tersangka yang berhasil diamankan.

Terduga pelaku, adalah ORF, seorang mahasiswa aktif di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dari sebuah universitas ternama di Kota Kendari. demikain informasi yang berhSil dihimpun awak media.

Meski tim penyidik Polsek Poasia terus bekerja keras mengungkap kasus penganiayaan terhadap MCA (18) yang terjadi di sebuah asrama di Lorong Salangga, Jalan HEA Mokodompit, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari pada Selasa malam 18 November 2025 lalu. Sayangnya, hingga Minggu 23 November 2025, kemarin yang sudah memasuki hari keenam, ORF belum juga berhasil ditangkap. Kabarnya,  penyidik dalam waktu dekat akan melaksanakan gelar perkara kasus tersebut guna penetapan tersangka.

“Untuk laporannya sudah kami naikkan ke laporan polisi agar dalam melakukan upaya paksa kita tidak ada kendala. Karena kita sudah lakukan lidik dan mencari tahu identitas pelaku,” ungkap Kapolsek Poasia, AKP Samsir Bahar sebagaimana informasi yang diterima koransultra.com

AK, orang tua korban didampingi suaminya mengaku kecewa dengan kinerja kepolisian. Ibu korban berharap pelaku dapat segera ditangkap.

“Semua sudah kami serahkan sepenuhnya ke proses hukum. Harapan kami, pelaku secepatnya diamankan agar motif penganiayaan terhadap anak saya bisa terungkap,” tutur AK sembari menahan tangis di sisi sang putra yang masih dalam tahap pemulihan, Minggu 23/11/2025.

Peristiwa penganiayaan yang dialami MCA, pemuda asal Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari ini terjadi pada Selasa malam 18 November 2025 lalu sekitar pukul 21.00 Wita.

MCA diserang secara tiba-tiba menggunakan botol kaca dan senjata tajam (Sajam) oleh ORF yang baru saja ditemuinya di sebuah asrama di Lorong Salangga.

Kehadiran MCA di asrama mahasiswa tersebut atas ajakan seorang rekannya, A yang kini telah diperiksa polisi. Setibanya ditujuan, ternyata di dalam kamar, rekan A lainnya bersama pelaku tengah mengadakan pesta minuman keras (miras).

MCA yang merasa tak nyaman berusaha untuk menyesuaikan diri. Sesaat kemudian, sebelum pesta tersebut usai, MCA dan A pun memilih pamit pulang.

Entah apa penyebabnya, ORF yang dalam pengaruh miras tiba-tiba langsung melakukan penyerangan menggunakan botol kaca ke arah belakang kepala MCA. Sejurus kemudian, pelaku menyusul serangan keduanya ke arah tubuh korban menggunakan sebilah sajam.

Beruntung, MCA yang setengah sempoyongan akibat pukulan botol di kepala masih sigap menahan serangan sajam pelaku. Namun, lutut dan telapak tangan kanan korban terluka akibat sabetan sajam pelaku sebelum melarikan diri.

Usai penyerangan tersebut, MCA langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abunawas oleh sejumlah rekannya guna mendapatkan pertolongan medis.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *