Konawe Darurat Narkoba! Kepala BNNK Geram: “Bandar Pengkhianat Bangsa, Siap Saya Bongkar!”

Unaaha, Koransultra.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe bersama Pemerintah Daerah menggelar Pentas Musik Edukatif Anti Narkoba di Inolobunggadue Central Park (ICP), Kecamatan Unaaha, Sabtu malam (24/1/2026). Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan teriakan peringatan keras atas kondisi darurat narkoba yang membayangi Kabupaten Konawe.

Kepala BNNK Konawe, H.B. Tira Wijaya, A.Md., S.H., dengan nada tegas dan penuh emosi menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa pentas musik ini merupakan bentuk atensi serius pemerintah daerah untuk menyelamatkan generasi muda Konawe dari ancaman narkoba.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini alarm bahaya. Data menunjukkan pengguna narkoba tertinggi bukan di Jawa atau Sumatera, tetapi justru di Sulawesi Tenggara, dan dari 17 kabupaten/kota, Konawe menempati posisi tertinggi. Ini sudah darurat narkoba,” tegasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar sadar diri dan peduli terhadap keselamatan generasi emas. Menurutnya, narkoba bukan hanya merusak fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan dan harta keluarga.

“Kalau anak sudah terjerumus narkoba, mau punya tanah berhektar-hektar, mau punya rumah banyak, semuanya bisa habis. Narkoba ini kejahatan extra ordinary, kejahatan luar biasa,” katanya geram.

Tira Wijaya juga menyoroti lemahnya peran keluarga sebagai faktor utama anak terjerumus narkoba. Ia mengungkapkan, selama dua bulan berdirinya Klinik Rehabilitasi BNNK Konawe, 15 anak telah direhabilitasi, dan mayoritas mengaku menggunakan narkoba karena kurangnya perhatian orang tua.

“Alasan utama mereka menggunakan narkoba adalah tidak adanya kepedulian dan komunikasi dari orang tua. Tolong, kepada para orang tua, peduli anak-anaknya. Bangun komunikasi yang baik,” imbaunya.

Pernyataan paling keras disampaikan kepada bandar dan kurir narkoba. Dengan nada tinggi, Kepala BNNK Konawe menyebut mereka sebagai pengkhianat bangsa.

“Kalian penghianat bangsa! Kalian menghancurkan Indonesia dan merusak generasi emas, generasi masa depan. Saya pastikan kalian dihukum mati atau penjara seumur hidup. Bandar-bandar besar di Konawe akan saya bongkar. Camkan itu baik-baik!” tandasnya.

Pentas Musik Edukatif Anti Narkoba ini menjadi simbol perlawanan bersama terhadap narkoba sekaligus seruan moral agar seluruh elemen masyarakat bersatu menyelamatkan masa depan Konawe.

Laporan: Andriansyah Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *